"Kepala Desa Pulo Liman datang ke lokasi. Setelah tiba, ia melihat HAR alias BR memegang senapan angin," ujar Bontor.
"Kepala desa lalu berkata, 'Kalau memang main senjata, kita oke.'"
Kalimat itu seperti menjadi pemicu. Emosi yang sudah memuncak membuat ADR mengambil tindakan. Didorong rasa tidak terima, ia kemudian mengeluarkan senjata dari pinggangnya sebuah air gun dan mengarahkannya ke BR.
Melihat ancaman yang berbalik arah, BR tak tinggal diam. Ia memilih untuk kabur dari lokasi, sambil tetap membawa senapan angin miliknya.
"Setelah itu, Kepala Desa Pulo Liman mengeluarkan air gun dari pinggangnya. HAR alias BR kemudian melarikan diri sambil membawa senapan anginnya," pungkas Bontor menutup penjelasan.
Kini, kasus ini telah menjadi sorotan. Masyarakat menunggu langkah tegas aparat terhadap oknum kepala desa yang justru diduga menjadi pelaku pengancaman.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing