"Kepala Desa Pulo Liman datang ke lokasi. Setelah tiba, ia melihat HAR alias BR memegang senapan angin," ujar Bontor.
"Kepala desa lalu berkata, 'Kalau memang main senjata, kita oke.'"
Kalimat itu seperti menjadi pemicu. Emosi yang sudah memuncak membuat ADR mengambil tindakan. Didorong rasa tidak terima, ia kemudian mengeluarkan senjata dari pinggangnya sebuah air gun dan mengarahkannya ke BR.
Melihat ancaman yang berbalik arah, BR tak tinggal diam. Ia memilih untuk kabur dari lokasi, sambil tetap membawa senapan angin miliknya.
"Setelah itu, Kepala Desa Pulo Liman mengeluarkan air gun dari pinggangnya. HAR alias BR kemudian melarikan diri sambil membawa senapan anginnya," pungkas Bontor menutup penjelasan.
Kini, kasus ini telah menjadi sorotan. Masyarakat menunggu langkah tegas aparat terhadap oknum kepala desa yang justru diduga menjadi pelaku pengancaman.
Artikel Terkait
Jenazah Sandera Terakhir Israel Akhirnya Ditemukan, Misi Pemulangan Resmi Berakhir
Pemilik Dua Perusahaan Dituntut atas Dugaan Korupsi Rp 1,8 Triliun di LPEI
Dude Herlino Bisa Dipanggil Penyidik Terkait Dugaan Penipuan DSI
Kerangka Hangus di Lombok Barat: Botol Bahan Bakar dan Tali Nilon Jadi Kunci Misteri