Lima prajurit TNI Angkatan Laut diduga terlibat dalam pengeroyokan seorang guru SMK di Talaud, Sulawesi Utara. Yang memprihatinkan, para oknum itu disebut-sebut dalam keadaan mabuk saat kejadian. TNI AL pun tak tinggal diam; mereka langsung meminta maaf atas insiden memalukan ini.
Dankodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada warga Melonguane. Dia mengakui peristiwa ini menimbulkan ketidaknyamanan dan bakal jadi bahan evaluasi yang serius.
Menurutnya, situasi di lapangan kini sudah kondusif berkat tindakan cepat aparat gabungan TNI dan Polri. Dia juga menegaskan sikap tegas institusinya.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Rapat Dadakan di Bogor Usai Tur Dunia
Tim Ahli KLH Turun ke Cisarua, Telusuri Dampak Urbanisasi Pasca-Longsor
Longsor Dahsyat di Bandung Barat Tenggelamkan Puluhan Rumah, Korban Jiwa Dikhawatirkan
Kiai Miftah: Ketegasan dan Restu Mbah Moen di Balik Kemantapan Posisi Rois Aam NU