Di sisi lain, upaya penanganan korban sudah dilakukan. Guru berinisial BS itu mendapat pertolongan pertama di lokasi sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan kapal penumpang.
“Korban mengalami luka akibat kejadian tersebut,” jelas Dery. Selama perjalanan, kondisi korban dilaporkan stabil dan terus diawasi oleh petugas kesehatan.
Tak cuma itu, Kodaeral VIII juga sudah bergerak melakukan mediasi. Mereka mengoordinasikan langkah dengan pemda, plus mendialogkan masalah ini dengan tokoh adat, masyarakat, dan agama setempat. Komitmen untuk meningkatkan disiplin dan profesionalisme prajurit di tengah masyarakat kembali ditegaskan. Tujuannya jelas: agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Rapat Dadakan di Bogor Usai Tur Dunia
Tim Ahli KLH Turun ke Cisarua, Telusuri Dampak Urbanisasi Pasca-Longsor
Longsor Dahsyat di Bandung Barat Tenggelamkan Puluhan Rumah, Korban Jiwa Dikhawatirkan
Kiai Miftah: Ketegasan dan Restu Mbah Moen di Balik Kemantapan Posisi Rois Aam NU