Jakarta - Suasana hangat dan penuh warna menyelimuti acara buka puasa bersama di kawasan Menzah 6, Tunisia, awal Maret lalu. Ratusan mahasiswa internasional berkumpul dalam acara bertajuk "Iftar Jamii Tuwaliyyin", yang digelar oleh Diwan al-Khidmah al-Jami'iyyah li Syamal. Di tengah keragaman peserta dari Maroko, Palestina, Suriah, dan negara lainnya, enam mahasiswa Indonesia hadir dengan membawa semangat Nusantara.
Mereka adalah Muhammad Dakhlan Gazali, Anggun Dahlia Alia Murohimah, Sultan Maulana Malik Ibrahim, Mohammad Galih Kurniawan, Keysya Atsila Aqib, dan Radina Hasna Maritza. Menurut keterangan Pers Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia, partisipasi mereka jadi bagian dari gelaran lintas budaya yang cukup meriah itu.
Acara dimulai dengan buka puasa bersama. Suasana kekeluargaan langsung terasa. Selepas santap, obrolan pun mengalir. Diskusi informal terjalin, membahas pengalaman akademik hingga lika-liku kehidupan sehari-hari sebagai mahasiswa perantauan di Tunisia.
Namun begitu, puncak acara ada pada sesi pertunjukan budaya. Masing-masing delegasi unjuk kebolehan. Ada yang menyanyi, ada yang memainkan musik. Saat giliran Indonesia, penampilan mereka langsung menarik perhatian.
Mereka tampil dengan balutan batik dan songkok, menghadirkan nuansa yang berbeda. Lagu "Tabola Bale" dari Indonesia timur pun menggema, memperkenalkan sedikit keragaman musik tanah air kepada hadirin.
Muhammad Dakhlan Gazali, salah satu perwakilan, mengungkapkan kebanggaannya.
Artikel Terkait
Tapin Gelar Kampanye Cegah Pernikahan Anak untuk Tekan Angka Stunting
Polres Bogor Wakafkan 2.000 Al-Quran di Malam Nuzulul Quran
Panglima TNI Perintahkan Seluruh Jajaran Masuk Status Siaga Satu
Menteri LHK Serahkan SK Perhutanan Sosial untuk 411 KK di Lombok