“Dan 180 juta pengguna media sosial,” katanya, menyitir data tersebut.
Angka-angka itu bukan sekadar statistik. Bagi Kapolda, data tersebut menunjukkan sebuah realitas baru: ruang digital telah menjadi arena utama pembentukan opini publik. Itulah medan pertarungan persepsi yang sekarang harus dihadapi.
“Peran Humas Polri, termasuk pengelolaan media sosial, merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen Polri dalam menyampaikan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Hengki.
Pelatihan ini sendiri menghadirkan sejumlah narasumber yang mumpuni di bidangnya. Salah satu yang menarik perhatian adalah kreator konten Polri, Ipda Herman Hadi Basuki. Pria yang lebih dikenal sebagai Pak Bhabin Indonesia itu dihadirkan untuk berbagi ilmu dan pengalaman langsung di lapangan.
Pada intinya, pelatihan ini punya makna strategis. Di sisi lain, tuntutannya nyata. Dengan 180 juta warganet yang aktif berseliweran di media sosial, kehumasan Polri memang ditantang untuk lebih lincah, lebih cerdas, dan tentu saja, lebih manusiawi dalam berkomunikasi. Tantangan zaman, memang.
Artikel Terkait
Wamensos Desak Majene Siapkan Lahan untuk Program Sekolah Rakyat
Yumis Cells Musim 3 Dijadwalkan Tayang Perdana di HBO Max 13 April
Operasi Ketupat Musi 2026 Dimulai, 2.361 Personel Amankan Arus Mudik Sumsel
Petisi 1 Juta Tanda Tangan Desak Heeseung Tetap di ENHYPEN Meski Fokus Solo