Di tengah sorotan terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG), muncul usulan baru dari parlemen. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, mendesak Badan Gizi Nasional untuk segera membuat kanal pengaduan online khusus buat masyarakat. Tujuannya jelas: transparansi dan perbaikan kualitas.
"Sampai sekarang, kami masih terus dapat laporan dari lapangan," ujar Charles di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Keluhannya beragam. Mulai dari makanan yang kondisi fisiknya sudah tak layak busuk atau kedaluwarsa hingga soal komposisi gizinya yang dianggap tidak seimbang.
Charles juga menyoroti hal lain. Ada laporan mengenai penggunaan berlebihan makanan ultra-proses atau UPF, seperti sosis, nugget, dan camilan kemasan tinggi gula. Padahal, menurutnya, jenis pangan semacam itu justru bertentangan dengan semangat awal MBG untuk memperbaiki gizi anak.
Sebagai Ketua Bidang Jaminan Sosial DPP PDIP, ia meyakini kanal aduan terpadu bakal mempercepat penanganan. Masyarakat bisa langsung melapor, prosesnya lebih lancar. Sistem semacam ini juga dinilainya bisa mengajak publik ikut mengawasi jalannya program.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Bintara, 287 KK Terdampak tapi Tak Ada Pengungsian
Malam Berdarah di Jalan Maja-Kopo, Satu Pemuda Terluka Bacokan
Huckabee ke Iran: Trump Bukan Hanya Bicara, Dia Sudah Buktikan
Gizi Seimbang dari Piring Kita: Kemenkes Galakkan Pangan Lokal di HGN 2026