Gempa berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang kawasan Vilyuchinsk di Rusia. Getarannya cukup kuat, tapi untungnya, BMKG sudah memastikan bahwa gempa ini tak berpotensi tsunami untuk wilayah kita di Indonesia.
Menurut rilis yang dikeluarkan BMKG Kamis lalu, episentrum gempa berada sekitar 128 kilometer di utara Vilyuchinsk. Tepatnya di koordinat 51,79°LU dan 158,552°BT. Gempa itu sendiri terjadi di kedalaman 52,2 kilometer kategori gempa dangkal.
Nah, soal penyebabnya, gempa ini didorong oleh aktivitas subduksi lempeng di Palung Kurile-Kamchatka. Mekanismenya adalah thrust fault, atau patahan naik. Intinya, tekanan lempeng di zona itu yang akhirnya lepas.
Daryono, selaku Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, menegaskan hal yang sama. Dia bilang, masyarakat pesisir Indonesia tak perlu khawatir.
"Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia. Masyarakat diharap tetap tenang," jelas Daryono.
Di sisi lain, kabar baiknya, belum ada laporan kerusakan bangunan yang diterima. Situasi sejauh ini tampaknya terkendali.
Pemantauan BMKG hingga pukul 20.00 WIB juga menunjukkan tak ada gempa susulan yang tercatat. Meski begitu, tim mereka tetap waspada.
"Kami akan terus memantau perkembangan dan menginformasikan update-nya kepada semua pihak, termasuk media dan masyarakat," tambah Daryono.
Jadi, intinya, gempa kuat itu terjadi jauh di Rusia. Dampaknya ke Indonesia? Nol. Tak ada tsunami, tak ada kerusakan yang dilaporkan. Kita bisa bernapas lega.
Artikel Terkait
Prabowo Terima Apresiasi Presiden Abbas, Tegaskan Komitmen Indonesia pada Solusi Dua Negara
Dialog Wamen Pertanian dengan Mahasiswa UGM Ricuh, Sudaryono Sebut Ada Kelompok yang Ingin Hentikan Forum
Trump Umumkan Kesepakatan Damai dengan Iran, Larang Negara Itu Miliki Senjata Nuklir
Ketua Umum KBPP Polri: Kritik terhadap Pemerintah Itu Sah, Namun Penghinaan Jangan Jadi Budaya Baru Demokrasi