Transformasi Digital Astra Agro (AALI) Genjot Produktivitas & Keberlanjutan Sawit

- Sabtu, 01 November 2025 | 19:05 WIB
Transformasi Digital Astra Agro (AALI) Genjot Produktivitas & Keberlanjutan Sawit
Astra Agro (AALI) Genjot Produktivitas & Keberlanjutan Sawit dengan Transformasi Digital

Astra Agro (AALI) Genjot Produktivitas & Keberlanjutan Sawit dengan Transformasi Digital

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) secara agresif mendorong transformasi digital dan inovasi riset yang terintegrasi di seluruh kebun sawitnya. Langkah strategis ini diimplementasikan melalui anak perusahaannya, PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP), dengan tujuan utama melakukan intensifikasi lahan dan memperkuat praktik perkebunan berkelanjutan.

PIMS: Tulang Punggung Digitalisasi Perkebunan Astra Agro

Salah satu inovasi teknologi utama yang menjadi core process bisnis adalah Plantation Information Management System (PIMS). Sistem manajemen kebun berbasis data digital yang dikembangkan internal ini berfungsi sebagai tulang punggung digitalisasi, mendukung pengelolaan operasional perkebunan sawit secara terintegrasi, akurat, dan real-time.

PIMS mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari aktivitas di kebun, transportasi hasil panen, hingga proses di pabrik pengolahan CPO (Crude Palm Oil). Sistem ini menjadi fondasi untuk analisis data dan pengambilan keputusan strategis berbasis informasi aktual dari lapangan.

Amanda & Dinda: Analitik Data untuk Efisiensi Operasional

Melengkapi PIMS, Astra Agro juga mengembangkan dua sistem terintegrasi lainnya: Astra Agro Mandiri Data Analytics (Amanda) dan Digital Integrated Data Application (Dinda). Kehadiran kedua sistem ini memungkinkan perusahaan melakukan analisis produktivitas harian serta deteksi dini terhadap berbagai anomali operasional di kebun, sehingga tindakan korektif dapat dilakukan lebih cepat.

Drone dan Pemetaan Digital untuk Presisi yang Lebih Tinggi

Untuk memperkuat pemantauan lapangan, Astra Agro memanfaatkan teknologi canggih seperti drone monitoring dan digital field mapping berbasis citra satelit. Teknologi ini digunakan untuk memantau kesehatan tanaman, mengidentifikasi area rawan, serta menyusun penjadwalan pemeliharaan tanaman dengan tingkat presisi dan efisiensi yang lebih tinggi.

Aplikasi Siska 2.0 Tingkatkan Transparansi dengan Pihak Ketiga

Tidak hanya untuk internal, transformasi digital Astra Agro juga menyentuh ekosistem mitra. Perseroan mengembangkan aplikasi Siska 2.0 untuk mempermudah transaksi Tandan Buah Segar (TBS) dari pihak ketiga. Sistem pelacakan berbasis aplikasi ini meningkatkan transparansi dan efisiensi, serta memungkinkan penelusuran TBS hingga ke sumber asalnya.

Komitmen pada Keberlanjutan dan Ketertelusuran 100%

Presiden Direktur Astra Agro, Djap Tet Fa, menegaskan bahwa fokus perusahaan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan jangka panjang. Astra Agro berkomitmen untuk memastikan setiap hektar lahan memberikan hasil optimal dengan tetap memperhatikan keseimbangan sosial dan lingkungan.

Direktur Astra Agro, Bandung Sahari, menambahkan bahwa digitalisasi memperkuat ekosistem agribisnis yang inklusif dan transparan. Hingga akhir 2024, Astra Agro konsisten mencapai 100% ketertelusuran TBS yang diperoleh dari semua kategori pemasok, sesuai dengan Kebijakan Keberlanjutan perusahaan. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat menciptakan rantai pasok sawit yang tangguh, transparan, dan bertanggung jawab.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler