Semua berawal dari sebuah teguran. Korban, MAM (20), yang sedang berboncengan, merasa terganggu. Saat melintas, abu rokok yang diisap JA sambil berkendara mengenai dirinya. Spontan, MAM pun menegur si perokok.
Teguran itu malah memicu kemarahan. JA, bukannya meminta maaf, justru mengeluarkan ancaman. Dia mengaku akan menusuk korban.
Mendengar ancaman itu, MAM ketakutan. Dia berusaha menyalip dan menjauh. Sayangnya, jalanan saat itu macet. Upayanya gagal.
Di tengah kepanikan itu, aksi JA justru semakin brutal. "Maka J membuka jok sepeda motor lalu mengeluarkan obeng dan langsung menusuk," tutur Nurma menggambarkan kejadian.
Akibatnya, korban mengalami luka lecet dan memar di punggung. Pelaku kemudian kabur dari lokasi. Namun, langkahnya tak bisa jauh. Setelah korban melapor, polisi segera mendatangi rumah JA. Tekanan itulah yang akhirnya membuatnya memilih untuk menyerah.
Artikel Terkait
Suara dari Bawah Reruntuhan: Longsor Terjang Perkemahan di Selandia Baru
Kompolnas Soroti Dukungan Anggaran untuk Ditres PPA dan PPO yang Baru Diluncurkan
Kebakaran Hanguskan Rumah di Kwitang, 60 Personel Dikerahkan
Genangan Air di 60 Desa Pati, Warga Berharap Solusi Baru Usai Kasus Bupati