Harga minyak sawit mentah (CPO) kembali merangkak naik pada Kamis siang. Ini sudah hari kedua berturut-turut komoditas andalan ini menguat, didorong oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan.
Di Bursa Malaysia Derivatives, kontrak acuan untuk pengiriman Mei tercatat naik 1,22 persen, berada di level 4.554 ringgit Malaysia per ton metrik. Padahal, dalam perdagangan hari ini, harganya sempat melesat lebih tinggi lagi ke angka 4.628 ringgit. Pergerakannya cukup dinamis.
Seorang trader di Kuala Lumpur yang dihubungi Reuters punya penjelasan. Menurutnya, sentimen pasar saat ini sangat bergantung pada komoditas energi lain.
"Futures saat ini banyak dipengaruhi oleh situasi minyak mentah; jika ada kenaikan besar di Dalian, Chicago, atau minyak mentah, pasar pasti bereaksi," katanya.
Ia juga menambahkan, "Berita bahwa Indonesia mendorong implementasi B50 juga memberi dukungan pada pasar."
Dan benar saja, harga minyak nabati saingan memang sedang bersinar. Di bursa Dalian, kontrak minyak kedelai naik 2,21 persen, sementara minyak sawitnya bahkan melonjak 3,55 persen. Sementara itu, di Chicago Board of Trade (CBOT), minyak kedelai juga menguat 1,18 persen. Mereka semua saling tarik-menarik karena berebut pangsa pasar global yang sama.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
IHSG Turun 0,37% ke 7.362,12 Didominasi Tekanan Jual
HAIS Bagikan Dividen Rp26,1 Miliar dari Laba 2025
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Tekanan Eksternal dan Beban Utang Jadi Sorotan