Di Camp River Park, Babakan Madang, suasana pagi itu cukup berbeda. Bukan sekadar acara rutin, tapi lebih dari itu. Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menggelar dua agenda penting sekaligus: Penjabaran Apel Kasatwil 2025 dan Gelar Operasional Bulanan. Kegiatan yang berlangsung pada 12-13 Desember ini diikuti oleh seluruh pimpinan, mulai dari Wakapolres, Kabag, Kasat, Kasi, hingga para Kapolsek se-wilayah. Tujuannya jelas: memperkuat solidaritas dan komitmen dalam melayani masyarakat.
AKBP Wikha membuka acara dengan penjelasan. Menurutnya, ini adalah tindak lanjut konkret dari Apel Kasatwil 2025 yang digelar Polri pusat beberapa waktu lalu.
"Ini penjabarannya. Sesuai arahan Bapak Kapolri, kita harus menjadikan momen itu sebagai pemicu. Profesionalisme diri harus naik, respons terhadap aduan harus cepat. Intinya, kehadiran polisi di tengah warga harus jadi solusi, bukan malah menambah masalah," ujar Wikha.
Dia menekankan, peran polisi tak cuma menegakkan hukum. "Kita juga pelayan masyarakat. Semangat dari apel pusat itu harus kita terjemahkan jadi aksi nyata. Biar setiap warga Bogor merasakan pelayanan yang tulus dan profesional. Itulah wujud Polri Presisi yang sebenarnya," sambungnya.
Agenda pun dimulai dengan Gelar Operasional Bulanan. Wikha juga menyampaikan sejumlah poin kunci yang dia tangkap saat mengikuti apel di Cikeas akhir November lalu. Yang menarik, para perwira tinggi ini pun turun langsung menjalani pelatihan Dalmas. Dengan peralatan lengkap, mereka merasakan sendiri betapa berat dan panasnya perlengkapan itu. Meski begitu, antusiasme tetap terpancar. Mereka kompak dan bersemangat.
Tak cuma fisik, kesehatan mental juga diperhatikan. Di hari pertama, para personel mendapat sesi motivasi dan self healing dari instruktur profesional. Malamnya, acara berlanjut dengan renungan. Dipimpin AKBP Wikha, seluruh peserta membacakan Ikrar Ksatria Bhayangkara dengan khidmat.
Dengan memohon rida Tuhan Yang Maha Esa, di bawah panji Merah Putih, di hadapan api perjuangan rakyat Indonesia,
Kami, Ksatria Bhayangkara, berikrar membangun Polri yang melindungi, Polri yang melayani, Polri yang mengayomi, Polri yang dicintai dan Polri yang dipercaya masyarakat.
Demi Tuhan Yang Maha Esa, demi bangsa dan negara,
Demi seluruh rakyat Indonesia, demi kehormatan Kepolisian Negara Republik Indonesia, kami berjanji untuk setia pada ikrar kami. Kami tegak, kami siap, kami setia hidup dan jaya Kepolisian Negara Republik Indonesia, hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hari kedua lebih ringan, tapi tak kalah penting. Diawali olahraga pagi, lalu dilanjutkan kegiatan tracking di kawasan Sentul. Peserta dan Bhayangkari turut serta. Semua berjalan lancar hingga acara resmi berakhir pada Sabtu siang.
Pesan Sang Kapolri: Pangkat Bukan Segalanya
Nuansa renungan malam itu rupanya mengingatkan pada pesan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam Apel Kasatwil 2025 di Cikeas, 25 November lalu, Sigit menyampaikan hal mendasar di depan seluruh anggotanya. Dia meminta marwah institusi dijaga, dan semangat senior-senior terdahulu diteladani.
"Malam ini kita menyatukan tekad," kata Sigit dalam apel renungan yang digelar pukul sembilan malam itu. "Lupakan perbedaan, satukan barisan untuk menjaga institusi tercinta. Jaga semangat Tribrata dan Catur Prasetya. Berikan pelayanan terbaik untuk negara."
Pesan yang disampaikannya tegas dan menyentuh hal yang paling prinsipil. Dia mengingatkan bahwa pangkat dan jabatan hanyalah atribut sementara.
"Kehormatan kita bukanlah pangkat, bukanlah jabatan. Tapi bagaimana kita memberi pengabdian yang tulus dan ikhlas untuk institusi ini, untuk rakyat, untuk bangsa," tegasnya.
"Kita bisa berganti. Jabatan juga. Ajal bisa menjemput kapan saja. Tapi semangat itu, 'api' dari senior-senior kita, tidak boleh padam. Itu harus terus kita gelorakan, kita nyalakan, dan kita sebarkan ke seluruh keluarga besar Polri, di manapun mereka bertugas," imbuh Sigit.
Pesan penutupnya seperti penyemangat. "Semangat Bhayangkara menjaga negeri ini harus terus berkobar. Berkobar, dan semakin berkobar."
Usai menyampaikan pesan, Kapolri langsung memimpin pembacaan ikrar. Suara seluruh peserta yang mengikutinya menggema, menguatkan tekad yang dibangun di malam itu.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Makassar Kamis 7 Mei 2026: Subuh Pukul 04.44 Wita, Magrib Pukul 17.59 Wita
40 Rumah Sakit di Indonesia Kantongi Sertifikasi Syariah, Wamenkes Tegaskan Bersifat Inklusif
Menag: Borobudur Bukan Sekadar Warisan Budaya, Tapi Kitab Spiritual yang Hidup
Bajak Laut Somalia Gunakan Kapal Dhow UEA yang Dibajak sebagai Kapal Induk untuk Serang Kapal Lain