Di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1) lalu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggelar konferensi pers. Suasana ruangan terasa cukup riuh, namun pernyataan yang disampaikan justru membawa kabar yang tenang: kondisi keuangan Ibu Kota dalam keadaan sehat. Pramono membeberkan realisasi APBD DKI untuk tahun 2025, yang nilainya mencapai Rp 91,86 triliun.
Yang menarik, anggaran sebesar itu justru mencatatkan surplus. Cukup signifikan, yakni Rp 3,89 triliun.
"APBD tahun 2025 sebesar Rp 91,86 triliun. Dengan realisasi hingga 31 Desember berjalan dengan baik," ujar Pramono di hadapan para wartawan.
Ia lalu merinci angka-angka di balik capaian itu. Ternyata, pendapatan daerah berhasil dikumpulkan hingga Rp 79,94 triliun. Sementara belanja daerah bisa ditekan realisasinya di angka Rp 76,05 triliun. Untuk pembiayaan daerah sendiri ada di kisaran Rp 1,89 triliun. Dari situ, muncul sisa lebih perhitungan anggaran atau SiLPA per akhir Desember yang mencapai Rp 5,78 triliun.
"Dengan demikian, Jakarta mencatat surplus anggaran sebesar Rp 3,89 triliun," tegasnya.
Artikel Terkait
Kemendagri Pastikan Pelayanan di Pati dan Madiun Tetap Lancar Meski Kepala Daerah Ditahan
Teguran di Tengah Macet Berujung Tusukan Obeng di Jagakarsa
Yusril: RUU Disinformasi Bentengi Indonesia dari Propaganda Asing
KPK Pastikan Lahan Meikarta Clear and Clean untuk Rusun Subsidi