Gubernur Kalbar & Menteri UMKM Bongkar Rahasia Sukses Warga Perantau di Acara Ini

- Minggu, 26 Oktober 2025 | 18:42 WIB
Gubernur Kalbar & Menteri UMKM Bongkar Rahasia Sukses Warga Perantau di Acara Ini

Bejepin Yok! 2025: Gubernur Kalbar dan Menteri UMKM Perkuat Silaturahmi Warga di Rantau

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, menghadiri langsung acara Bejepin Yok! 2025. Kegiatan kebudayaan ini digelar di Anjungan Kalimantan Barat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada Sabtu, 25 Oktober 2025.

Menghadirkan Kemeriahan Budaya Kalimantan Barat di Jakarta

Acara Bejepin Yok! 2025 berhasil menjadi ajang silaturahmi yang meriah bagi warga Kalimantan Barat yang berada di tanah perantauan. Acara ini turut dihadiri oleh Menteri UMKM Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, serta Tokoh Nasional asal Kalbar, Oesman Sapta Odang. Berbagai organisasi masyarakat dan perantau Kalbar dari Jakarta dan sekitarnya juga memadati acara.

Nuansa budaya Kalimantan Barat sangat terasa. Gubernur Ria Norsan tampil dengan pakaian adat Telok Belanga, sementara istrinya mengenakan Baju Kurung. Ratusan tamu undangan yang hadir juga turut mengenakan pakaian adat serupa, menciptakan atmosfer yang kental akan kearifan lokal.

Merayakan Kerukunan dan Keberagaman Budaya Kalbar

Bejepin Yok! 2025 menampilkan kekayaan budaya Bumi Khatulistiwa secara lengkap. Mulai dari tarian Melayu, tarian Dayak, hingga pertunjukan budaya Tionghoa, semuanya ditampilkan untuk menggambarkan kerukunan dan kemajemukan yang menjadi ciri khas masyarakat Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga wadah untuk mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, dan memberdayakan pelaku UMKM asal Kalbar.

Ajakan Gubernur untuk Kontribusi bagi Daerah

Gubernur Norsan secara khusus mengajak para perantau untuk tetap berkontribusi bagi kemajuan Kalimantan Barat. "Walaupun kita sudah berhasil di perantauan, jangan pernah lupa kampung halaman. Rumah kita adalah Kalimantan Barat," pesannya. Ia berharap Bejepin Yok! dapat menjadi acara tahunan yang memperkuat kebersamaan warga Kalbar di mana pun berada.

Dukungan Penuh dari Menteri UMKM RI

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan kebanggaannya. Ia memuji kekompakan masyarakat Kalbar dalam menjaga identitas budaya meski berada di rantau. Menurutnya, acara seperti Bejepin Yok! adalah simbol persaudaraan dan jati diri yang wajib didukung.

Maman juga menekankan pentingnya kolaborasi. "Jika kita terus menjaga semangat kebersamaan, insyaAllah Kalimantan Barat akan terus eksis di berbagai bidang, baik politik, olahraga, akademik, maupun dunia usaha," ujarnya.

Penutupan dengan Makan Saprahan, Simbol Kebersamaan

Agenda Bejepin Yok! 2025 ditutup dengan tradisi makan saprahan bersama di Duplikat Keraton, Anjungan Kalimantan Barat TMII. Ritual ini menjadi simbol persaudaraan dan kebersamaan yang kuat antarwarga Kalbar di perantauan.

Semangat silaturahmi, pelestarian budaya, dan dukungan terhadap UMKM yang digaungkan dalam acara ini diharapkan dapat terus berlanjut. Bejepin Yok! 2025 bukan hanya sekadar ajang berkumpul, tetapi juga pengingat bagi seluruh perantau untuk menjaga ikatan dan berkontribusi membangun Kalimantan Barat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar