Akibat ketegangan yang memanas, beberapa negara Eropa bahkan dikabarkan telah mengirimkan sejumlah kecil personel militer ke Greenland. Situasinya makin runyam.
Jarlov mengakui ketimpangan kekuatan. "Kami tahu Amerika lebih kuat. Militer mereka jauh lebih besar," ujarnya. Namun, di sisi lain, ia menegaskan ada kewajiban moral yang tak bisa dielakkan.
"Tugas kamilah untuk membela tanah dan rakyat kami. Sekitar 57.000 warga Denmark di Greenland sudah menyuarakan dengan lantang, mereka tidak mau diambil alih AS. Kami wajib berjuang untuk mereka, dan pasukan kami siap melakukannya."
Lalu, apa sebenarnya yang membuat Trump begitu ngotot? Alasan keamanan nasional selalu dikedepankan, terutama menyoroti aktivitas Rusia dan China di wilayah Arktik yang kian meningkat. Tapi Jarlov sepertinya masih mempertanyakan alasan mendasar di balik ambisi itu. Apakah hanya soal strategi, atau ada hal lain? Pertanyaan itu masih menggantung, sementara ketegangan terus membayang.
Artikel Terkait
Guru Tangerang Selatan Terancam Dipecat Usai Diduga Cabuli 16 Siswa
KNKT Buka Suara: Pesawat ATR 42-500 Maros Dinyatakan Normal Sebelum Terbang
Hujan dan Evakuasi Truk Batu Picu Macet Parah di Sudirman hingga Casablanca
Keadilan untuk Warga dan Alam: Legalisasi Tambang Rakyat Kuansing Dimulai