Akibat ketegangan yang memanas, beberapa negara Eropa bahkan dikabarkan telah mengirimkan sejumlah kecil personel militer ke Greenland. Situasinya makin runyam.
Jarlov mengakui ketimpangan kekuatan. "Kami tahu Amerika lebih kuat. Militer mereka jauh lebih besar," ujarnya. Namun, di sisi lain, ia menegaskan ada kewajiban moral yang tak bisa dielakkan.
"Tugas kamilah untuk membela tanah dan rakyat kami. Sekitar 57.000 warga Denmark di Greenland sudah menyuarakan dengan lantang, mereka tidak mau diambil alih AS. Kami wajib berjuang untuk mereka, dan pasukan kami siap melakukannya."
Lalu, apa sebenarnya yang membuat Trump begitu ngotot? Alasan keamanan nasional selalu dikedepankan, terutama menyoroti aktivitas Rusia dan China di wilayah Arktik yang kian meningkat. Tapi Jarlov sepertinya masih mempertanyakan alasan mendasar di balik ambisi itu. Apakah hanya soal strategi, atau ada hal lain? Pertanyaan itu masih menggantung, sementara ketegangan terus membayang.
Artikel Terkait
Presiden Iran Tegaskan Akan Balas Serangan yang Diluncurkan dari Negara Tetangga
Kapolri Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran, Waspadai Cuaca Ekstrem
Trump Anggap Remeh Laporan Rusia Bantu Iran Serang Fasilitas AS
Honda Insight Kembali sebagai EV, Diproduksi di China untuk Pasar Jepang