Ambisinya tak pernah benar-benar sirna. Donald Trump kembali membuat gempar dengan keinginannya mengambil alih Greenland. Kali ini, respons dari Denmark datang dengan nada yang jauh lebih keras dan tegas, bahkan menyiratkan ancaman konflik bersenjata.
Rasmus Jarlov, seorang anggota parlemen Denmark, tak main-main. Dalam wawancaranya dengan CNN, Selasa lalu, pesannya blak-blakan.
"Kami tentu saja akan membela Greenland. Kalau Amerika Serikat nekat menginvasi dengan pasukan, ya itu namanya perang. Kita akan berperang."
Peringatan itu jelas bukan basa-basi diplomatik. Ia dilontarkan setelah pesan Trump kepada PM Norwegia, Jonas Gahr Store, bocor ke publik. Dalam pesan itu, mantan Presiden AS itu berargumen bahwa dunia baru akan aman jika Amerika punya "kendali penuh dan total" atas pulau tersebut.
Memang, baik pemerintah Denmark maupun otoritas Greenland sendiri sudah berkali-kali menegaskan penolakan mereka. Pulau strategis di kawasan Arktik itu, kata mereka, bukanlah barang dagangan dan tak ingin diserap menjadi bagian dari Amerika Serikat. Tapi Trump bersikeras, dan penolakannya untuk mengesampingkan opsi militer telah mengguncang pondasi aliansi seperti NATO dan Uni Eropa.
Artikel Terkait
Guru Tangerang Selatan Terancam Dipecat Usai Diduga Cabuli 16 Siswa
KNKT Buka Suara: Pesawat ATR 42-500 Maros Dinyatakan Normal Sebelum Terbang
Hujan dan Evakuasi Truk Batu Picu Macet Parah di Sudirman hingga Casablanca
Keadilan untuk Warga dan Alam: Legalisasi Tambang Rakyat Kuansing Dimulai