Video Pamitan Epy Kusnandar: Pesan Amalan yang Menghujam Hati Sebelum Kepergian

- Jumat, 05 Desember 2025 | 08:40 WIB
Video Pamitan Epy Kusnandar: Pesan Amalan yang Menghujam Hati Sebelum Kepergian

Video Terakhir Epy Kusnandar: Pesan Amalan yang Terasa Seperti Pamitan

Beberapa jam sebelum kepergiannya, Epy Kusnandar masih sempat menyambangi warung miliknya. Ia terlihat berbincang dengan beberapa pegawai di sana. Adegan biasa, tapi kini punya makna yang sangat berbeda.

Karina Ranau, sang istri, mengungkapkan momen itu adalah video terakhir yang merekam suaminya sebelum meninggal. Epy datang dengan semangat, tampak sehat, dan justru membahas hal yang dalam: soal amalan perbuatan manusia selama hidup.

Pesannya kepada para pegawai terasa begitu menghujam.

“Kita punya catatan, kita latihan aja tanpa disuruh amalan-amalan kita itu udah dicatat. Kelakuan-kelakuan kita, baik buruk kita tanpa kita harus membeli menyiapkan buku catatan kita sendiri, perbuatan kita sudah dicatat oleh kedua malaikat, Malaikat Raqib dan Atid,”

Begitu kata Epy kala itu.

Melihat kembali momen tersebut, Karina pun tak kuasa menahan haru. Di unggahannya, ia menuliskan betapa suaminya begitu bersemangat datang ke warung malam itu hanya untuk menyampaikan pesan itu. “Hanya beberapa jam saja tiba tiba kamu ninggalin kami😭,” tulisnya. Rasa kehilangan yang begitu dalam terasa dari setiap katanya.

Bagi banyak yang menyaksikan, pesan itu kini terasa seperti sebuah firasat. Seolah Epy sedang mempersiapkan sesuatu, atau mungkin sekadar ingin pamit dengan cara terbaiknya: memberi nasihat terakhir.

“Kayaknya dia udh punya firasat,” tulis seorang netizen dengan nada kagum sekaligus sedih. “Tiba-tiba bahas amalan amalan semasa hidup manusia.”

Komentar lain juga berdatangan, mengungkap kesan yang sama. “Kang Epy itu sebenernya cuma mau pamit aja😭😭, tapi dia berikan nasihat kepada karyawan² nya,” ujar yang lain. Ada pula yang terkesan dengan kesempatan terakhirnya bertemu dengan para karyawan. “Masih sempat bertemu dengan karyawan² nya 😢😢.. Masyaallah,” tulis seorang pengguna media sosial.

Epy Kusnandar meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025 di RS PON Jakarta. Jenazahnya kemudian dimakamkan keesokan harinya, Kamis, 4 Desember, di TPU Jeruk Purut. Kabar duka ini tentu saja menyisakan luka bagi keluarga dan banyak penggemarnya.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Menurut penjelasan keluarga, penyebab utama adalah kegagalan fungsi organ vital. Deniar Hendarsah, adik Epy, membeberkan lebih detail. Katanya, terjadi penyumbatan pembuluh darah di batang otak.

“Ukurannya cuma segini,” jelas Deniar sambil memberi isyarat. “Batang otak itu pusat kontrol kehidupan. Gerak, napas. Yang tersumbat cuma satu, tapi di tempat yang sangat krusial.”

Sebuah akhir yang datang begitu cepat. Namun, pesan tentang kebaikan dan catatan amal yang ia tinggalkan beberapa jam sebelumnya, seakan menjadi pengingat abadi bagi siapa pun yang mendengarnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar