Cara Naik Kelas Rawat BPJS Kesehatan dan Perhitungan Biaya Selisih
Sebagai peserta BPJS Kesehatan, Anda memiliki opsi untuk naik kelas rawat saat berobat di rumah sakit, misalnya dari kelas 2 ke kelas 1 atau bahkan ke VIP. Fasilitas poli eksekutif di rawat jalan juga dapat diakses. Layanan ini diatur dalam Permenkes No. 3/2023 dan Perpres No. 82/2018 juncto Perpres 59/2024.
Kunci dari layanan ini adalah membayar selisih biaya, yaitu tambahan biaya yang dihitung dari perbedaan tarif antara kelas hak peserta JKN dengan kelas rawat yang dipilih.
Aturan Main Selisih Biaya Naik Kelas BPJS
Rumah sakit (FKRTL) wajib menginformasikan ketentuan selisih biaya ini sebelum pelayanan diberikan. Pembayaran dilakukan setiap kali Anda berobat atau dirawat.
Rincian Perhitungan Selisih Biaya
- Rawat Jalan Eksekutif: Biaya yang ditanggung maksimal Rp 400.000 per kunjungan.
- Naik dari Kelas 2 ke Kelas 1: Bayar selisih tarif INA-CBGs kelas 1 dikurangi tarif kelas 2.
- Naik dari Kelas 1 ke Kelas VIP/VVIP: Bayar selisih tarif INA-CBGs kelas 1 dengan tarif kelas di atasnya, dengan batas maksimal 75% dari tarif INA-CBGs kelas 1.
- Naik dari Kelas 2 Langsung ke VIP/VVIP: Bayar selisih biaya dari kelas 2 ke kelas 1, ditambah maksimal 75% dari tarif INA-CBGs kelas 1.
Catatan Penting: Hanya poli eksekutif yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan yang dapat diakses dengan mekanisme ini.
Contoh Simulasi Perhitungan Biaya
Berikut contoh perhitungan selisih biaya untuk diagnosis Demam Berdarah (angka sebagai ilustrasi):
- Tarif INA-CBGs Kelas 2: Rp 5.000.000
- Tarif INA-CBGs Kelas 1: Rp 6.000.000
- Tarif VIP Rumah Sakit: Rp 10.000.000
Artikel Terkait
Delapan Ruas Utama Jakarta Siap Dialihkan Sambut PM Australia
Kemenimipas Siapkan 2.460 Titik Kerja Sosial Gantikan Jeruji Besi
BRI Pacu UMKM Naik Kelas Lewat Program Klaster Usaha
Trump Kritik Ekspresi Wartawati Saat Ditanya Soal Kasus Epstein