Video yang sempat viral di media sosial itu cukup mencengangkan. Tampak kayu-kayu gelondongan berukuran besar berhamburan di tengah derasnya banjir di Sumatera Utara. Warga pun berlarian menghindar dari terjangan banjir bandang yang datang tiba-tiba.
Menurut Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, setelah ditelusuri, lokasi kejadiannya berada di Tapanuli Selatan. Tak heran, daerah ini justru menjadi yang paling parah terdampak bencana banjir dan longsor.
Ujar Suharyanto dalam konferensi pers daring pada Minggu (30/11). Ia menegaskan, kerusakan terberat di Sumut memang terkonsentrasi di Tapanuli Selatan.
Namun begitu, situasinya agak berbeda di wilayah lain seperti Sibolga dan Tapanuli Tengah. Meski terdampak, kondisinya tak separah itu.
Katanya lagi.
Di sisi lain, kehidupan di luar dua desa terdampak terlihat mulai berangsur pulih. Fasilitas dasar dan akses komunikasi perlahan membaik.
Jelas Suharyanto. Ia menambahkan, komunikasi di beberapa titik sudah bisa dilakukan walau belum benar-benar lancar.
Tandasnya.
Artikel Terkait
Agam dan Solok Paling Parah, Bantuan Logistik Sumbar Mulai Tersalur
MUI Serukan Shalat Ghaib dan Bantuan Nyata untuk Korban Bencana Aceh-Sumut-Sumbar
Kemensos Gelontorkan Bantuan Rp19 Miliar untuk Korban Banca di Tiga Provinsi Sumatera
Tim BPBD Jibrak Arus Deras, Bantuan Logistik Akhirnya Tiba di Korban Banjir Bandang Aceh