Meski tak separah Tapanuli Selatan, Sibolga dan Tapanuli Tengah tetap merasakan dampaknya. Salah satunya, pasokan BBM yang terbatas. Warga terpaksa antre panjang untuk mendapatkannya.
Ucap Suharyanto.
Untuk mengatasi masalah listrik, BNPB berkoordinasi dengan PLN. Rencananya, suplai listrik sementara akan dialihkan menggunakan frekuensi rendah.
Terangnya. Saat ini, kedua daerah masih mengandalkan genset.
Harap Suharyanto.
Masalah lain yang masih berlangsung adalah ketersediaan air bersih. Sistem distribusi air sangat bergantung pada listrik. Belum lagi banyak pipa yang tertutup lumpur, sehingga normalisasi air bersih masih berjalan bertahap.
Tutur Suharyanto.
Tambahnya menutup penjelasan.
Artikel Terkait
Khamenei vs Trump: Siapa yang Lebih Rentan Terguling dari Takhta Kekuasaan?
New York Bongkar Jaringan Ekstremis yang Intimidasi Warga Palestina hingga Yahudi Kritis
Kartu Nusuk 2026 Dijanjikan Langsung Dibagikan di Indonesia
Trump Klaim Pembantaian di Iran Berakhir, Nada Ancaman Mendadak Redup