Di sisi lain, upaya penanganan tak cuma soal barang. Tim di lapangan juga langsung melakukan asesmen dan kaji cepat untuk memetakan kebutuhan warga dengan lebih rinci. Yang menarik, untuk urusan perut, Dinas Sosial Karawang sudah mendirikan dapur umum sejak Senin (19/1) lalu. Lokasinya di Markas Tagana setempat. Dapur ini cukup sibuk, memproduksi sekitar 1.100 porsi makanan setiap kali waktu makan tiba.
Data sementara yang berhasil dihimpun menunjukkan skala bencana ini lumayan besar. Sekitar 854 kepala keluarga atau setara dengan 2.562 jiwa terkena dampaknya. Dari jumlah itu, 470 jiwa memilih mengungsi ke Desa Karangligar. Selebihnya, banyak yang mengungsi ke rumah saudara atau tetangga yang aman dari genangan.
Sayangnya, musibah ini juga memakan korban jiwa. Adi Suwardi (28), warga Dusun Pangasinan, meninggal dunia. Pria penyandang disabilitas mental itu menjadi korban banjir yang melanda daerahnya. Kini, proses asesmen untuk pemberian santunan duka kepada keluarganya sedang digarap petugas.
Banjir sendiri mulai merayap masuk ke permukiman warga pada Minggu (18/1) pagi, sekitar pukul tujuh. Pemicunya adalah curah hujan tinggi ditambah pendangkalan sungai akibat sedimentasi. Air kemudian menggenangi Kecamatan Telukjambe Barat dengan ketinggian yang bervariasi, mulai dari 20 cm hingga yang paling parah mencapai satu setengah meter.
Kondisi terakhir? Memang ada titik terang. Hingga pagi tadi, beberapa wilayah mulai menyusut genangannya. Namun begitu, situasi di Desa Karangligar masih memprihatinkan. Air tetap menggenang setinggi 150 cm. Dan karena intensitas hujan di Karawang masih dikategorikan sedang hingga tinggi, waspada tetap jadi kata kunci.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing