Undangan resmi telah sampai ke Moskow. Vladimir Putin, sang Presiden Rusia, diajak bergabung ke dalam sebuah badan yang disebut "Dewan Perdamaian" untuk Gaza. Inisiatif ini datang dari Gedung Putih, digagas langsung oleh Donald Trump, dengan tujuan mengawasi tata kelola dan proses rekonstruksi di wilayah yang porak-poranda itu pascakonflik.
Konfirmasi datang dari Kremlin. Juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, mengiyakan kabar tersebut saat berbincang dengan para wartawan.
"Presiden Putin juga menerima undangan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian ini," ujar Peskov, seperti dilansir AFP, Senin (19/1/2026).
Namun begitu, dia menambahkan bahwa pihaknya masih berusaha mengklarifikasi berbagai detail tawaran itu dengan Washington. Rupanya, masih ada beberapa poin yang perlu diperjelas.
Di sisi lain, ada syarat yang cukup berat bagi calon anggota. Menurut laporan Bloomberg yang dirujuk Al Arabiya, pemerintahan Trump meminta negara-negara yang ingin punya posisi permanen di dewan itu untuk menyetor kontribusi tak tanggung-tanggung: minimal satu miliar dolar AS, atau sekitar Rp 16,9 triliun. Angka ini tercantum dalam draf Piagam Dewan Perdamaian yang diusulkan Trump.
Artikel Terkait
Gelombang WNI Serbu KBRI Phnom Penh Usai Dibebaskan dari Sindikat Penipuan
Gugatan ke Mardiono Dicabut, Kuasa Hukum Soroti Sutradara di Baliknya
Kemendagri Ingatkan Daerah Waspadai Lonjakan Harga Jelang Ramadan
Dari London, Prabowo Pimpin Rapat Penertiban Hutan Sambil Jalankan Diplomasi