Suasana hangat terasa usai buka puasa bersama di Istana Kepresidenan, Kamis malam lalu. Di sana, Jimly Asshiddique dari ICMI tampak antusias membicarakan langkah terbaru Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, upaya Prabowo menjadi penengah dalam ketegangan antara AS, Israel, dan Iran patut diapresiasi.
“Ini kan tujuannya untuk mencegah eskalasi,” ujar Jimly.
Ia lalu melanjutkan dengan nada semangat. Prabowo disebutnya sudah berkomunikasi langsung dengan Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari. Yang menarik, rencananya mereka akan bertandang ke Teheran bersama-sama. “Waduh, bagus sekali. Jadi bukan cuma Indonesia yang bergerak. Gagasan Pak Presiden ternyata didukung penuh oleh Pakistan,” jelasnya.
Jimly sempat sedikit ragu dengan jabatan mitra bicara Prabowo. “Lupa saya, Perdana Menteri atau Presiden tadi ya, Pakistan. Presiden Pakistan,” katanya seraya membenarkan sendiri ucapannya. “Nah, mereka akan sama-sama pergi ke Teheran.”
Dukungan terhadap inisiatif perdamaian ini ternyata tak cuma datang dari satu pihak. Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN yang juga tokoh NU, menyebut respons dunia internasional cukup positif. Iran sendiri dikatakan membuka diri untuk dialog. Beberapa negara kunci di kawasan Timur Tengah pun ikut mendorong.
Artikel Terkait
Hetifah Sjaifudian Soroti Dua Kasus di Undip: Dugaan Pelecehan Seksual dan Pengeroyokan Harus Diinvestigasi Terpisah
DPR Soroti Kasus Korupsi Bupati Pekalongan: Harus Jadi Pelajaran bagi Kepala Daerah
Semen Padang FC Tunjuk Imran Nahumarury sebagai Pelatih Baru
Rudal Iran Guncang Tel Aviv, Bangunan Rusak tapi Tak Ada Korban Jiwa