Prabowo dan Presiden Pakistan Rencanakan Kunjungan Bersama ke Teheran untuk Mediasi

- Jumat, 06 Maret 2026 | 07:40 WIB
Prabowo dan Presiden Pakistan Rencanakan Kunjungan Bersama ke Teheran untuk Mediasi

Suasana hangat terasa usai buka puasa bersama di Istana Kepresidenan, Kamis malam lalu. Di sana, Jimly Asshiddique dari ICMI tampak antusias membicarakan langkah terbaru Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, upaya Prabowo menjadi penengah dalam ketegangan antara AS, Israel, dan Iran patut diapresiasi.

“Ini kan tujuannya untuk mencegah eskalasi,” ujar Jimly.

Ia lalu melanjutkan dengan nada semangat. Prabowo disebutnya sudah berkomunikasi langsung dengan Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari. Yang menarik, rencananya mereka akan bertandang ke Teheran bersama-sama. “Waduh, bagus sekali. Jadi bukan cuma Indonesia yang bergerak. Gagasan Pak Presiden ternyata didukung penuh oleh Pakistan,” jelasnya.

Jimly sempat sedikit ragu dengan jabatan mitra bicara Prabowo. “Lupa saya, Perdana Menteri atau Presiden tadi ya, Pakistan. Presiden Pakistan,” katanya seraya membenarkan sendiri ucapannya. “Nah, mereka akan sama-sama pergi ke Teheran.”

Dukungan terhadap inisiatif perdamaian ini ternyata tak cuma datang dari satu pihak. Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN yang juga tokoh NU, menyebut respons dunia internasional cukup positif. Iran sendiri dikatakan membuka diri untuk dialog. Beberapa negara kunci di kawasan Timur Tengah pun ikut mendorong.

“Prinsipnya, Bapak Presiden ingin ada pertemuan dengan Iran. Untuk jadi mediasi, dan Iran membuka diri,” papar Nusron seusai acara yang sama.

Ia menyebutkan sejumlah negara yang memberikan sokongan. “Langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu dapat dukungan dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain. Termasuk Pakistan, termasuk juga dari UAE.”

Meski begitu, Nusron memilih untuk tidak berpanjang lebar. Rincian lebih lanjut, katanya, lebih tepat dijelaskan oleh pihak Kementerian Luar Negeri. Yang pasti, upaya mediasi ini mendapat sambutan hangat dari negara-negara yang merasakan langsung dampak konflik.

“Ini kan wilayahnya Bapak Menteri Luar Negeri yang berhak menjelaskan detailnya,” ujarnya. “Tapi yang jelas, upaya beliau dapat support dari para pemimpin di sana.”

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar