Video Joget Biduan di Atas Panggung Isra Miraj Banyuwangi Picu Polemik

- Minggu, 18 Januari 2026 | 11:30 WIB
Video Joget Biduan di Atas Panggung Isra Miraj Banyuwangi Picu Polemik

Heboh. Itulah kata yang tepat menggambarkan suasana di Banyuwangi belakangan ini, tepatnya di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon. Penyebabnya? Sebuah video yang beredar luas memperlihatkan seorang biduan bergaun hitam sedang berjoget di atas sebuah panggung. Yang jadi masalah, panggung itu masih penuh dengan dekorasi peringatan Isra Miraj. Aksi panggung itu langsung memicu polemik dan reaksi keras dari berbagai pihak.

Dalam rekaman itu, sang biduan tampil di hadapan penonton. Latar belakangnya masih jelas terlihat tulisan dan hiasan bernuansa religi. Banyak yang menilai, menampilkan hiburan seperti itu dalam konteks acara keagamaan adalah hal yang tidak etis sama sekali. Rasanya ada sesuatu yang tidak pas, seperti mencampurkan dua hal yang seharusnya berjalan sendiri-sendiri.

Menanggapi guncangan ini, Ketua Panitia Isra Miraj setempat, Hadiyanto, akhirnya angkat bicara. Dia mengakui bahwa hiburan dengan menampilkan biduan itu memang ada.

"Hiburan yang menghadirkan biduan pada acara Isra Mikraj tersebut memang benar adanya," ujar Hadiyanto.

Namun begitu, dia memberikan penjelasan yang cukup penting. Menurutnya, aksi panggung itu baru digelar setelah acara inti benar-benar usai. Saat itu, para undangan dan kiai sudah meninggalkan lokasi.

"Akan tetapi, hiburan tersebut digelar setelah acara usai dan seluruh undangan serta kiai sudah tidak ada di tempat," tegasnya.

Hadiyanto juga menambahkan, hiburan itu murni inisiatif spontan dari internal panitia sendiri, sebagai semacam acara pelepas lelah. Tapi, karena dampaknya yang luas dan menimbulkan kegaduhan, pihak panitia tak tinggal diam. Mereka sudah menyampaikan permohonan maaf secara resmi melalui sebuah video klarifikasi yang dibuat di Polsek Songgon, Jumat malam lalu.

Di sisi lain, reaksi keras datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi. Mereka menyatakan rasa sangat menyesal atas peristiwa yang terjadi.

Wakil Ketua Umum DPW MUI Banyuwangi, Sunandi Zubaidi, dengan nada kecewa menyatakan bahwa tindakan semacam itu justru mencoreng nilai-nilai dakwah Islam yang seharusnya dijunjung tinggi.

"Peristiwa ini sangat kami sayangkan. Keluhuran dakwah justru tercoreng oleh tindakan yang tidak mencerminkan nilai-nilai Islami," kata Sunandi.

Jelas, insiden ini meninggalkan bekas. Di satu sisi ada klarifikasi dari panitia, di sisi lain ada kekecewaan mendalam dari pihak ulama. Semuanya bermula dari sebuah panggung dan joget yang dinilai berada di waktu dan tempat yang kurang tepat.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar