Bonucci Usulkan Guardiola sebagai Solusi Radikal untuk Timnas Italia yang Terpuruk

- Rabu, 22 April 2026 | 05:45 WIB
Bonucci Usulkan Guardiola sebagai Solusi Radikal untuk Timnas Italia yang Terpuruk

Kabar dari Leonardo Bonucci cukup mengejutkan. Mantan bek andalan Juventus itu punya nama khusus untuk menyelamatkan timnas Italia yang sedang terpuruk. Menurutnya, hanya Pep Guardiola yang bisa melakukan perubahan radikal.

“Bila kami menginginkan perubahan radikal di tim nasional, saya akan mengatakan sosok yang tepat adalah Pep Guardiola,” ujar Bonucci, seperti dikutip Sky Sports, Selasa lalu.

“Ini memang sangat sulit, tetapi bermimpi tidak membutuhkan biaya,” tambahnya.

Mimpi itu muncul di tengah situasi yang suram. Italia dipastikan absen lagi di Piala Dunia. Ini sudah ketiga kalinya berturut-turut. Kekalahan memalukan dari Bosnia-Herzegovina di babak play-off akhir pekan lalu menjadi pukulan telak. Hasil itu sekaligus menandai berakhirnya era Gennaro Gattuso sebagai pelatih kepala. Dia memilih mundur.

Nah, posisi itulah yang kini lowong. Dan nama Guardiola, meski terdengar mustahil, mencuat ke permukaan. Pelatih asal Spanyol itu masih terikat kontrak panjang dengan Manchester City hingga 2027. Tapi, Guardiola sendiri pernah bilang kalau dia terbuka melatih tim nasional suatu hari nanti. Setelah pensiun dari klub, mungkin.

Bonucci tahu betul kondisi tim saat ini. Dia sempat menjadi asisten Gattuso. Menurut dia, Italia butuh sosok pelatih besar untuk membuka lembaran baru. Bukan cuma soal taktik, tapi juga mentalitas. Dia menyebut beberapa nama lain seperti Antonio Conte dan Massimiliano Allegri sebagai opsi yang masuk akal. Tapi, Guardiola tetap yang paling dia kagumi.

“Dia salah satu pelatih terbaik di dunia. Bisa bayangkan dampaknya buat Italia?” katanya.

Faktanya, situasi timnas Italia memang memprihatinkan. Sebagai negara empat kali juara dunia, mereka kini tercatat sebagai mantan juara pertama yang gagal lolos ke tiga Piala Dunia beruntun. Penampilan terakhir mereka di putaran final adalah sepuluh tahun lalu, tahun 2014. Sejak jadi juara di 2006, mereka bahkan tak pernah lagi melangkah jauh.

Jadi, wacana Bonucci ini seperti teriakan dari dalam lorong yang gelap. Sebuah harapan, meski untuk mewujudkannya butuh lebih dari sekadar mimpi.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar