HARIAN, JAKARTA – Rencana Barcelona memboyong Yan Diomande dari RB Leipzig akhirnya batal. Setelah dipertimbangkan matang-matang, klub Catalan itu memutuskan mundur. Alasan utamanya sederhana: harganya dinilai terlalu mahal. Padahal, sebelumnya pemain muda itu sempat diplot sebagai pengganti Marcus Rashford, yang kabarnya akan kembali ke Manchester United.
Memang, winger 19 tahun itu sempat masuk daftar prioritas. Pembicaraan dengan perwakilannya bahkan sudah berjalan kurang dari sebulan lalu. Barcelona saat itu merasa perlu mengamankan sayap baru, terutama karena masa depan Rashford dan Raphinha di Camp Nou masih belum jelas.
Namun begitu, situasi pelan-pelan berubah. Meski Rashford masih berpeluang hengkang, Raphinha justru diperkirakan bakal bertahan lebih lama. Kondisi ini membuat kebutuhan Barcelona akan pemain sayap baru tak lagi mendesak. Mereka pun mulai mempertimbangkan ulang langkahnya.
Angka Fantastis dan Posisi Tawar Leipzig
Di sisi lain, RB Leipzig bersikukuh dengan harga fantastis untuk Diomande: sekitar 100 juta euro. Bagi Barcelona, angka itu terasa tidak masuk akal. Mereka pun memilih untuk angkat kaki dari meja negosiasi.
Leipzig sendiri sebenarnya tidak terburu-buru menjual. Kondisi keuangan mereka cukup stabil, apalagi setelah berhasil melaju ke kompetisi Eropa. Malah, klub asal Jerman itu dikabarkan berencana memperpanjang kontrak sang pemain. Tujuannya jelas: mempertahankannya setidaknya satu musim lagi agar nilai pasarnya semakin melambung.
Metamorfosis Sang Talenta Muda
Perkembangan Yan Diomande memang luar biasa. Didatangkan dari Leganes dengan harga sekitar 20 juta euro, ia kini menjelma menjadi salah satu talenta muda paling cemerlang di Eropa. Performanya yang konsisten menarik decak kagum dan tentu saja, minat klub-klub raksasa.
“RB Leipzig punya keinginan kuat untuk mempertahankan Diomande satu musim lagi. Mereka yakin, dengan performa yang terjaga, nilai pasarnya akan naik signifikan,” jelas sebuah sumber yang dekat dengan klub.
Sementara itu, di Barcelona, suasana sudah berbeda. Dengan skuad lini depan yang mulai terlihat stabil, keputusan untuk tidak memaksakan transfer mahal di posisi sayap terasa lebih masuk akal. Fokus mereka kini beralih ke hal lain yang dianggap lebih prioritas.
Artikel Terkait
Janice Tjen Hadapi Ujian Berat di Debut Madrid Open Lawan Alina Charaeva
Chelsea Hancur 0-3 di Brighton, Peluang Liga Champions Semakin Pupus
Real Madrid Tahan Ketegangan, Kalahkan Alaves 2-1 untuk Kokohkan Puncak Klasemen
Inter Milan Bangkit dari Ketertinggalan 0-2, Kalahkan Como untuk Lolos ke Final