Tifatul Sembiring: Jangan Baperan, Kasus Pandji Tak Perlu Dibawa ke Hukum

- Minggu, 18 Januari 2026 | 09:50 WIB
Tifatul Sembiring: Jangan Baperan, Kasus Pandji Tak Perlu Dibawa ke Hukum

Laporan polisi terhadap komika Pandji Pragiwaksono soal materi stand up comedy-nya, "Mens Rea", yang dituding menista agama, ternyata dapat tanggapan menarik dari seorang politikus senior. Bukan dukungan untuk pelapor, justru sebaliknya.

Politikus PKS, Tifatul Sembiring, justru meminta semua pihak untuk lebih tenang menyikapinya. Menurut mantan Menkominfo itu, apa yang disampaikan Pandji masih dalam batas wajar. Ia menilai, materi komedi itu tak perlu dibesar-besarkan sampai dicari-cari pasal hukumnya.

“Mas Pandji Pragiwaksono menurut saya, nggak usah terlalu di-cari-cari delik hukumnya. Sebatas potongan-potongan stand up comedy dia, saya lihat masih dalam batas-batas kewajaran,”

Begitu tulis Tifatul di akun X-nya, Minggu (18/1/2026).

Di sisi lain, Tifatul melihat gaya kritik Pandji itu sebagai sebuah ekspresi khas anak muda. Suara kegelisahan mereka terhadap kondisi bangsa, yang disampaikan dengan cara mereka sendiri. Ia meminta generasi lebih tua para baby boomers untuk bersabar dan mencoba memahami sudut pandang yang berbeda ini.

“Paling tidak bagi generasi baby boomers yang sudah umur ini, bersabar. Coba memahami kritik-kritik apa yang dipersoalkan oleh generasi milenial terhadap masalah bangsa,”

jelasnya lebih lanjut.

Memang, perbedaan gaya komunikasi antar generasi itu hal yang alamiah. Generasi muda punya caranya sendiri untuk bertanya dan mengkritik. Mereka ingin tahu, ke mana bangsa ini akan dibawa. Gaya bicara mereka mungkin terdengar blak-blakan, tapi itu wajar. Mereka adalah generasi penerus, yang kelak akan menggantikan yang tua.

Karena itulah, Tifatul mengingatkan agar masyarakat tak gampang tersinggung. Jangan sampai setiap perbedaan pendapat langsung dibawa ke ranah hukum. Ia menutup pernyataannya dengan nada yang cukup gamblang.

“Jadi nggak usah baperan, aduin ke polisi dan sebagainya. Akhirnya toh nggak diaku. Dikit-dikit penistaan, dikit-dikit penistaan. Nggak usah baperan lah,”

pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar