Di sisi lain, narasi resmi dari otoritas Iran semakin kencang menyoroti peran kekuatan asing. Sudah bukan rahasia lagi, rival geopolitik lama seperti Israel dan AS selalu menjadi sasaran tuduhan ketika terjadi gejolak dalam negeri. Kali ini, mereka dituding tak hanya memicu ketidakstabilan, tapi juga mengarahkan operasi di lapangan.
Namun begitu, Khamenei juga mencoba menyeimbangkan nada pernyataannya. Ada peringatan keras, tapi juga pesan untuk menahan diri.
Pernyataannya itu, sejujurnya, tidak terlalu mengejutkan. Ini sebagian besar adalah penegasan ulang dari posisi Iran yang sudah lama dipegang. Hanya saja, ada penekanan baru: keterlibatan AS dituduh lebih dalam dan lebih langsung dibandingkan dengan kerusuhan-kerusuhan sebelumnya. Sebuah pesan yang jelas untuk konsumsi domestik dan internasional, bahwa Tehran merasa sedang menghadapi campur tangan yang lebih serius.
Artikel Terkait
Pembina Pramuka di Bekasi Jadi Tersangka Dugaan Persetubuhan dengan Siswi
Kemenag Mulai Cairkan Tunjangan Profesi Guru Madrasah Secara Bertahap
Prabowo Bahas Peran Indonesia di Panggung Perdamaian Global dengan Ulama dan Ormas Islam
Bank Mandiri dan BNI Sediakan Setor-Tarik Pecahan Kecil via ATM Jelang Ramadan 2026