Memang, ini bukan pertama kalinya Trump menggunakan tarif sebagai senjata. Dia punya rekam jejak. Sebelumnya, Prancis dan Jerman juga pernah diancam dengan langkah serupa terkait harga produk farmasi. Kini, ancaman serupa diarahkan ke siapa saja yang berani menghalangi mimpinya atas Greenland.
Pulau itu sendiri bukan sembarang pulau. Letaknya strategis, di kawasan Arktik, dan statusnya adalah wilayah otonomi di bawah Denmark sekutu AS di NATO. Nilai strategisnyalah yang tampaknya membuat Trump begitu bernafsu.
Di sisi lain, ancaman tarif ini hanyalah satu dari sekian banyak taktik. Trump disebut-sebut sedang menggencarkan upayanya untuk merealisasikan ambisi lama tersebut. Bahkan, menurut beberapa laporan, dia tak sungkan mengancam akan menggunakan cara militer jika segala upaya diplomatik dan tekanan ekonomi ternyata tak membuahkan hasil.
Jadi, ancaman terbaru ini bukan sekadar omongan di udara. Ini adalah bagian dari tekanan berlapis yang semakin intens. Greenland, dan dunia, tentu sedang memperhatikan dengan cemas.
Artikel Terkait
Banjir Setinggi Dua Meter Rendam Sebelas Titik di Bekasi
Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Bulusaraung, Pencarian Korban Diintensifkan
Warga Greenland dan Denmark Serukan: Kami Bukan Komoditas!
Noe Letto Resmi Jadi Tenaga Ahli Strategis Dewan Pertahanan Nasional