sambungnya.
Nah, dalam kunjungan ke UEA inilah dialog menjadi penting. Eddy menilai negara tersebut punya pengalaman berharga, khususnya dalam transisi energi, pembiayaan iklim, dan inovasi teknologi. Pengalaman mengatasi tantangan di wilayah geografis yang rentan itu bisa jadi pelajaran berharga untuk Indonesia.
Karena itu, Indonesia membuka diri untuk kerja sama internasional yang lebih erat. Bentuknya bisa beragam, mulai dari pertukaran pengetahuan, menarik investasi hijau, hingga mengembangkan skema pembiayaan untuk adaptasi.
pungkas Eddy menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
KPK Naikkan Status Perkara OTT Pekalongan ke Tahap Penyidikan
Wardatina Mawa Ajukan Gugatan Cerai, Tuntut Hak Asuh Penuh Anak
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Panjang dan Lebih Awal
Safari Ramadan NasDem di Tulungagung Fokus Konsolidasi untuk Pemilu 2029