“Terlihat asap keluar dari kotak peralatan di sisi rel dekat stasiun,” ucap seorang juru bicara JR East kepada Reuters.
Keadaan jadi makin rumit bagi penumpang yang sudah berada di dalam kereta. Banyak yang terpaksa dievakuasi. Ada pemandangan tidak biasa: para komuter turun dari rangkaian Kereta Keihin-Tohoku yang mogok di antara stasiun, lalu berjalan hati-hati di sepanjang rel ditemani petugas pemadam dan staf kereta.
Sementara itu, media sosial dibanjiri foto dan video yang menggambarkan kepadatan luar biasa di sejumlah stasiun. Jalur Yamanote, yang melintasi pusat-pusat kota seperti Shinjuku dengan 3,5 juta penumpang harian biasanya tak pernah sepi. Begitu pula Keihin-Tohoku yang menjadi penghubung Tokyo dan Yokohama. Pagi itu, keduanya benar-benar lumpuh, mengubah rutinitas jutaan orang.
Artikel Terkait
PSI Banten Gelar Istighosah, Panjatkan Doa Khusus untuk Korban Bencana
Pezeshkian Ucapkan Terima Kasih ke Putin, Tuding AS dan Israel Campuri Urusan Dalam Negeri Iran
Banjir Pandeglang Surut, Warga Keluhkan Krisis Logistik dan Air Bersih
Kominfo Soroti Akar Masalah Keamanan Siber: Sistem Tua dan Kelalaian Manusia