Di Silih Nara, dua desa Terang Engon dan Bius Utama Dusun Gantung Langit masih terputus. Sekitar 254 warga di sana terjebak karena jembatan Mulie dan jembatan Gantung Langit ambrol. Sama sekali tak ada akses.
Sementara itu, di Rusip Antara, lima desa masih dalam kondisi serupa. Pilar Jaya, Pilar Weh Kiri, Tirmiara, Mekar Maju, dan Arul Pertik. Total warganya 2.765 jiwa. Kendaraan roda dua sudah mulai bisa masuk ke beberapa titik, tapi lagi-lagi, kendaraan besar masih terhambat timbunan tanah dan jembatan yang rusak.
Kecamatan Linge pun tak kalah parah. Tujuh desa di sana Linge, Kute Reje, Delung Sekinel, Jamat, Reje Payung, Penarun, dan Umang masih terisolasi untuk 2.362 penduduknya. Penyebabnya klasik: jembatan Kala Ili putus dan longsoran di banyak titik jalan.
"Akses kendaraan roda dua hanya bisa ke Desa Penarun dan Umang, untuk kendaraan roda empat masih belum dapat melintas," jelas Murthalamuddin.
Di tengah situasi yang pelik ini, pemerintah mengklaim upaya pemulihan terus digenjot. Murthalamuddin menegaskan, penanganan darurat dan perbaikan infrastruktur yang rusak jadi prioritas. Mereka berusaha membuka jalur darat sementara secepat mungkin.
"Upaya penanganan terus dilakukan secara bertahap agar akses masyarakat kembali normal, terutama di desa-desa yang hingga kini masih terisolir," katanya.
Harapannya sederhana: memutus rantai keterisolasian yang sudah berlangsung terlalu lama bagi ribuan warga Aceh Tengah.
Artikel Terkait
Pendaftaran Mudik Gratis Pertamina 2026 Dibuka 3 Maret
Manchester United Kembali Bangkit, Kalahkan Crystal Palace 2-1 untuk Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Korlantas Andalkan Teknologi Digital untuk Atur Arus Mudik dan Balik di Tol
Jakarta Electric PLN Mobile Lolos ke Final Four Proliga Usai Kalahkan Livin Mandiri 3-0