Malam Minggu di GOR Candradimuka, Sentul, tegang. Laga hidup-mati antara Jakarta Electric PLN Mobile dan Jakarta Livin Mandiri menentukan siapa yang terakhir melenggang ke final four Proliga 2026. Hasilnya? Electric menjawab tekanan itu dengan kemenangan telak, 3-0 (25-19, 25-17, 28-26). Mereka resmi jadi tim terakhir yang mengisi slot semifinal.
Sejak set pertama, Electric tampil agresif. Serangan cepat dan pertahanan yang rapat langsung memaksa Livin Mandiri bermain tertahan. Perlawanan dari kubu lawan seolah tak menemukan celah.
“Para pemain tampil luar biasa dan menunjukkan keinginan kuat untuk menang. Kami cukup puas dengan hasil di babak reguler, tetapi tantangan sesungguhnya ada di final four karena semua tim pasti melakukan evaluasi dan perubahan,” ujar Alim, pelatih Electric, usai pertandingan.
Di sisi lain, performa gemilang Neriman Ozsoy benar-benar jadi pembeda. Legiun asing itu mencetak 27 poin dan terus-menerus berhasil menembus blok Livin Mandiri. Dukungan penting juga datang dari Ersandrina Devega yang menyumbang 10 angka krusial, terutama di set ketiga saat Livin sempat bangkit dan memperkecil selisih.
Kapten Electric, Agustin Wulandhari, menekankan bahwa ini adalah buah dari fokus kolektif.
“Apa yang menjadi kekurangan kami sebelumnya bisa diperbaiki di pertandingan ini. Kami ingin membawa momentum ini ke final four dan tampil lebih baik lagi,” katanya.
Sayangnya, bagi Livin Mandiri, malam itu harus berakhir dengan kekecewaan. Kekalahan ini memupus harapan mereka untuk meraih tiket semifinal. Kapten mereka, Yolla Yuliana, terlihat sedih.
“Laga ini penuh ketegangan. Sepanjang musim penampilan kami memang naik turun, baik dari pemain asing maupun lokal. Itu menjadi pekerjaan rumah kami,” ujar Yolla dengan nada kecewa.
Padahal, secara statistik Livin Mandiri bukan tanpa senjata. Weronika Szlagowska masih bisa mengoleksi 22 poin, didukung Ana Bjelica dengan 15 poin. Namun, inkonsistensi di momen-momen genting akhirnya menjadi bumerang. Mereka gagal mempertahankan peluang di laga yang benar-benar menentukan nasib itu.
Dengan hasil ini, Electric mengunci posisi ketiga di klasemen akhir reguler. Mereka mengumpulkan tujuh kemenangan dan 21 poin. Posisi itu membuat mereka menyusul tiga tim yang lebih dulu lolos: Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, Jakarta Pertamina Enduro, dan Jakarta Popsivo Polwan.
Sementara Livin Mandiri terpaku di peringkat kelima dengan 18 poin. Kekalahan ini sekaligus melanjutkan catatan kurang bagus mereka: belum pernah sekalipun menembus final four sejak bergabung di Proliga pada 2024.
Babak final four sendiri rencananya digelar 3-5 April mendatang, berpindah-pindah lokasi di Surabaya, Semarang, dan Solo. Perjalanan kompetisi makin seru.
Sebagai catatan, Popsivo Polwan menutup putaran kedua dengan sangat impresif. Mereka meraih lima kemenangan dari enam laga, mengumpulkan 14 poin, dan berhak atas uang pembinaan Rp30 juta sebagai tim terbaik putaran itu. Mereka jelas jadi lawan yang berat di semifinal nanti.
Artikel Terkait
Ibas Soroti Potensi Ekonomi dan Tantangan Industri Kreatif di Forum Museum Nasional
Empat Kandidat Juara Liga Champions 2026 Siap Bertarung di Babak Semifinal
Wamen Dalam Negeri: Program Strategis Nasional Harus Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Mendagri Beri Tenggat Satu Pekan untuk Pendataan Huntap Korban Bencana Sumatera