Fenomena kapibara di Taman Margasatwa Ragunan mendadak mencuri perhatian publik setelah panggilan akrab “Mas Bro” untuk hewan pengerat terbesar di dunia itu viral di media sosial, mendorong lonjakan jumlah pengunjung selama libur panjang akhir pekan. Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, mengungkapkan bahwa sebelum viral, kapibara nyaris luput dari minat pengunjung. Namun, situasi berubah drastis ketika banyak orang mulai bertanya-tanya tentang keberadaan hewan tersebut.
“Iya, viral gara-gara itu sih jadi banyak orang nanya, ‘Mas Bro di mana?’. Kita bingung, ‘Mas Bro apa ya?’. Kita jadi tahu kalau ‘Mas Bro’ itu kapibara,” ujar Bambang saat ditemui di Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (15/5/2026).
Saat ini, Ragunan memelihara sekitar 20 ekor kapibara. Bambang menambahkan, tingkat keberhasilan perkembangbiakan kapibara di kebun binatang ini tergolong lebih baik dibandingkan dengan lembaga konservasi lain. “Selain viralitas, memang kebetulan di Ragunan populasinya cukup banyak, keberhasilan kelahirannya juga tinggi. Karena di beberapa kebun binatang lain agak susah katanya, satwa ini agak sulit untuk breeding,” jelasnya.
Menurut Bambang, faktor lokasi dan iklim memegang peranan kunci dalam keberhasilan breeding kapibara. Ia menilai kondisi lingkungan Ragunan sangat mirip dengan habitat asli hewan tersebut. “Karena kapibara itu memang habitat aslinya di Amazon dengan curah hujan cukup tinggi dan lembap. Nah, kalau terlalu kering kapibara kurang bisa survive. Terlalu lembap sekali juga kurang bisa survive. Mungkin iklim di Ragunan sangat cocok dengan habitat aslinya sehingga tingkat keberhasilan breeding-nya cukup tinggi,” ungkapnya. Ia pun menyebut kapibara sebagai aset berharga karena memungkinkan Ragunan melakukan pertukaran satwa dengan kebun binatang lain untuk memperkaya koleksi.
Untuk mengakomodasi minat pengunjung yang membeludak, Ragunan menyediakan tiga titik kandang kapibara yang tersebar di area berbeda. “Di dekat anoa ada, kemudian di tengah dekat gajah. Lalu ada lagi di dekat mamalia kecil, dekat kandang singa, itu ada juga,” kata Bambang. Dengan demikian, pengunjung memiliki lebih banyak pilihan lokasi untuk menyaksikan hewan tersebut secara leluasa.
Sementara itu, Bambang mengakui bahwa kapibara belum memiliki acara atau pertunjukan khusus seperti gorila yang rutin merayakan ulang tahun. Namun, ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk menerima masukan dari masyarakat. “Kemarin gorila ulang tahun, hari Minggu kemarin. Ada acara ulang tahun gorila. Tapi kalau untuk kapibara belum pernah. Mungkin belum jadi tren ya. Tapi kalau memang ada usulan dari warga, mungkin bolehlah kita buat feeding time kapibara,” tuturnya.
Pantauan di lokasi pada Jumat (15/5/2026) pukul 11.00 WIB menunjukkan Taman Margasatwa Ragunan mulai dipadati pengunjung. Sebagian besar datang bersama anak-anak, sementara yang lain hadir dalam kelompok pertemanan. Titik-titik favorit seperti kandang gajah dan kapibara tampak penuh sesak. Pengunjung terlihat sibuk berfoto dan berinteraksi dengan satwa di dalam kandang.
Salah seorang pengunjung, Arif (33), warga Cianjur, Jawa Barat, sengaja datang bersama istri dan anaknya, Balqis, karena sang anak penasaran dengan kapibara yang viral. “Iya, anak saya senang lihat kapibara, viral kan itu. Ada boneka, gantungan kunci, aksesori, di medsos juga. Dia penasaran, jadi saya bawa ke sini. Memang niat buat lihat kapibara,” kata Arif saat ditemui di lokasi.
Artikel Terkait
Polda Bali Simulasikan Pengamanan Markas Komando untuk Uji Kesiapsiagaan Personel
DPR Berangkatkan Timwas Haji ke Arab Saudi, Temukan Hotel Jamaah Over Kapasitas hingga Jarak 13 Kilometer
Pemprov DKI Cabut Izin Dua Tempat Hiburan di Jakbar Terkait Peredaran Narkoba Ekstasi dan Vape
Wagub Rano Karno Belajar ke Milan untuk Wujudkan Ruang Publik Jakarta Berbasis Seni dan Budaya