Polda Bali Simulasikan Pengamanan Markas Komando untuk Uji Kesiapsiagaan Personel

- Jumat, 15 Mei 2026 | 19:10 WIB
Polda Bali Simulasikan Pengamanan Markas Komando untuk Uji Kesiapsiagaan Personel

Kepolisian Daerah Bali menggelar simulasi pengamanan markas komando di lingkungan Mapolda Bali untuk menguji respons dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi darurat. Latihan ini dirancang agar setiap anggota mampu bertindak cepat, tepat, dan profesional ketika kondisi genting terjadi.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy mengungkapkan bahwa latihan tersebut berlangsung pada Senin (12/5). Sejumlah satuan dilibatkan, mulai dari unit penjagaan, patroli, hingga tim respons cepat. Seluruh elemen ini diharapkan mampu bergerak secara terkoordinasi dalam skenario gangguan keamanan yang mengancam area markas.

“Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya ketika menghadapi situasi darurat sehingga tindakan yang dilakukan dapat berjalan cepat, tepat, dan profesional,” ujar Ariasandy.

Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Kapolda Bali Daniel Adityajaya bersama Wakapolda Bali I Made Astawa serta sejumlah pejabat utama Polda Bali. Kehadiran pimpinan tertinggi di jajaran kepolisian daerah itu menegaskan pentingnya latihan ini sebagai bagian dari penguatan prosedur keamanan internal.

Menurut Ariasandy, kesiapsiagaan merupakan faktor krusial dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Personel tidak hanya dilatih merespons gangguan secara cepat, tetapi juga harus bertindak terukur dan sesuai standar operasional prosedur.

Simulasi tidak terbatas pada pengamanan area markas. Latihan ini juga mencakup pengendalian akses masuk, proses evakuasi personel, hingga penanganan terhadap pihak yang dianggap mengancam keamanan markas komando. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi ajang evaluasi sistem pengamanan internal, termasuk efektivitas koordinasi antarunit dan pola pengamanan yang selama ini diterapkan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar