Pemerintah Pastikan Pemulihan Menyeluruh bagi Korban Pelecehan Seksual di Ponpes Pati

- Jumat, 15 Mei 2026 | 20:06 WIB
Pemerintah Pastikan Pemulihan Menyeluruh bagi Korban Pelecehan Seksual di Ponpes Pati

Pemerintah memastikan akan melakukan pemulihan menyeluruh bagi korban pelecehan seksual di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Langkah ini mencakup pendampingan psikologis, rehabilitasi, hingga jaminan keberlanjutan pendidikan bagi para santri yang menjadi korban. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, setelah bertemu langsung dengan sejumlah korban dan orang tua mereka di Pati.

“Kami bersepakat untuk lakukan langkah-langkah pemulihan bagi seluruh korban dan sekaligus memikirkan bersama seluruh santri yang berada di pondok pesantren tersebut untuk bisa meneruskan pendidikannya,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2026). Menurutnya, pemerintah berdiri di sisi korban dan akan memberikan pendampingan secara menyeluruh.

“Kita semua berdiri di sisi korban. Kami dengan Pak Bupati akan bekerja sama untuk memberikan perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan,” jelasnya.

Sementara itu, terkait kelanjutan pendidikan para santri, Gus Ipul menegaskan bahwa keputusan akan ditentukan oleh pemerintah daerah melalui koordinasi dengan Kementerian Agama dan instansi terkait. “Pada dasarnya adalah kita ingin akses pendidikan pada anak-anak kita tetap bisa diperoleh. Mereka bisa bersekolah yang paling aman, paling nyaman, dan paling memungkinkan,” katanya.

Gus Ipul menambahkan, pemerintah juga akan meninjau kondisi dan profil keluarga korban sebelum menentukan langkah lanjutan. Hal ini bertujuan agar penanganan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing korban. “Jadi, insyaallah, itu akan dipikirkan bersama dan kita akan melakukan pendampingan sampai tuntas,” tuturnya.

Di sisi lain, Menteri Sosial mengutuk keras tindak pelecehan seksual yang terjadi di pesantren tersebut. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman maksimal kepada pelaku. “Kita mengutuk keras kejadian itu. Kita minta pelaku dihukum sekeras-kerasnya, seberat-beratnya. Umur hidup kalau perlu, supaya ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” tegas Gus Ipul.

Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyambut baik langkah cepat Kementerian Sosial dalam menangani kasus ini. Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan, termasuk sejumlah program bagi para korban. “Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Menteri yang sudah mendukung kami dalam upaya penanganan Ndolo Kusumo. Sehingga kami lebih ringan lagi untuk pendampingan korban. Pak Menteri tadi juga sudah memberikan beberapa program bagi korban,” kata Risma.

Untuk memastikan penanganan berjalan optimal, Risma telah membentuk satuan tugas khusus yang akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan. Satgas ini bertugas merancang dan mengawal proses pemulihan serta memastikan hak-hak korban terpenuhi secara berkelanjutan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar