Mitratel Raih Fasilitas Kredit Hijau Rp500 Miliar dari HSBC untuk Kembangkan Infrastruktur Digital Berkelanjutan

- Jumat, 15 Mei 2026 | 20:15 WIB
Mitratel Raih Fasilitas Kredit Hijau Rp500 Miliar dari HSBC untuk Kembangkan Infrastruktur Digital Berkelanjutan

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), yang dikenal sebagai Mitratel, mengumumkan perolehan fasilitas kredit hijau senilai Rp500 miliar dari HSBC Indonesia. Fasilitas Green Trade Loan tersebut bersifat jangka pendek dan tanpa komitmen, serta secara khusus dialokasikan untuk membiayai kebutuhan yang memenuhi kriteria ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Direktur Utama MTEL, Theodorus Ardi Hartoko, menyatakan bahwa pendanaan ini akan digunakan untuk mempercepat pengembangan ekosistem infrastruktur menara telekomunikasi yang berkelanjutan. “Pendanaan ini akan kami manfaatkan untuk mengakselerasi pengembangan ekosistem infrastruktur tower telekomunikasi yang berkelanjutan guna mendorong pemerataan akses digital di Indonesia, termasuk melalui perluasan jaringan Fiber to the Tower,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (15/5/2026).

Langkah ini, menurut Theodorus, diambil untuk meningkatkan efisiensi energi secara signifikan sekaligus mengurangi jejak karbon operasional perusahaan di seluruh Indonesia. Ia menjelaskan bahwa fasilitas pembiayaan hijau tersebut akan menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh aktivitas bisnis.

“Fasilitas Green Trade Loan ini menjadi bagian penting dari strategi Mitratel dalam memperkuat pembangunan infrastruktur digital yang berkelanjutan di Indonesia,” kata Theodorus. Ia menambahkan bahwa hal ini sekaligus menjadi wujud komitmen MTEL untuk memastikan ekspansi bisnis dilakukan secara bertanggung jawab.

Di sisi lain, MTEL juga menegaskan fokusnya pada masa depan konektivitas yang merata dan berkelanjutan melalui pengembangan inisiatif menara hijau. Upaya tersebut mencakup pemanfaatan energi terbarukan dengan memperkuat portofolio layanan Power as a Service (PaaS) dan integrasi sistem panel surya untuk menunjang kebutuhan daya pada menara serta perangkat operator telekomunikasi. “Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, namun juga memperkuat peran Perseroan dalam mendukung transisi energi bersih di sektor infrastruktur digital,” ujar Theodorus.

Theodorus juga menyebut bahwa kolaborasi dengan HSBC Indonesia mencerminkan kuatnya fundamental ESG Mitratel. Hal itu terkonfirmasi dari pencapaian ESG Risk Rating perusahaan di level 18,8 dengan kategori Low Risk berdasarkan penilaian Morningstar Sustainalytics. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan Mitratel dalam mengelola risiko keberlanjutan secara konsisten di tengah pertumbuhan bisnis yang terus berlangsung.

Sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi terbesar dari sisi kepemilikan menara di Indonesia, MTEL terus memperkuat ekosistem digital melalui integrasi layanan menara, fiber, dan solusi energi. Inisiatif ini tidak hanya membuka akses terhadap pembiayaan hijau, tetapi juga mempertegas peran perseroan sebagai enabler utama dalam pembangunan ekosistem konektivitas nasional yang berkelanjutan.

“Perjanjian kredit Green Trade Loan ini sekaligus mencerminkan meningkatnya dukungan dan perhatian sektor keuangan terhadap pembiayaan berkelanjutan di sektor telekomunikasi dan infrastruktur digital di Indonesia,” pungkas Theodorus.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar