Setelah sukses pada edisi sebelumnya, Digiland Run kembali digelar pada 2026 dengan menghadirkan kategori Half Marathon 21K yang menjadi daya tarik utama. Ajang lari bergengsi ini dijadwalkan berlangsung di kawasan Istora Senayan, Jakarta, pada 17 Mei 2026, dan telah mengantongi pengakuan World Athletics Label.
Mengusung tema “The RaceVolution”, Digiland Run 2026 membuka tiga kategori perlombaan, yakni 5K, 10K, dan Half Marathon 21K. Penyelenggara tidak hanya menyajikan kompetisi lari, tetapi juga ingin menciptakan pengalaman yang lebih luas bagi peserta, mulai dari membangun konektivitas hingga mendorong semangat untuk terus bergerak bersama.
Antusiasme peserta terhadap ajang ini terbilang tinggi. Sekitar 15.000 pelari diprediksi akan memadati kawasan Istora Senayan, menjadikan Digiland Run 2026 sebagai salah satu event lari terbesar di Indonesia tahun depan.
Untuk mendukung kelancaran acara, penyelenggara menggandeng merek apparel olahraga lokal, Mills, sebagai official jersey partner. Seluruh peserta akan menggunakan jersey produksi Mills selama perlombaan berlangsung.
“Mills hadir di Digiland Run 2026 sebagai official jersey partner. Nantinya sekitar 15.000 pelari pada Minggu, 17 Mei 2026, akan menggunakan jersey dari Mills,” ujar Marketing Manager Mills, Arhan Ilham, di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Kolaborasi antara Mills dan Telkomsel selaku penyelenggara didasari oleh kesamaan visi mengenai keberlanjutan lingkungan. Jersey yang digunakan peserta dibuat dari bahan daur ulang plastik bekas sebagai bagian dari kampanye ramah lingkungan.
“Mills dan Telkomsel memiliki visi dan misi yang sama, khususnya dalam isu sustainability. Jersey lari yang kami sponsori menggunakan bahan dasar daur ulang plastik bekas,” kata Arhan.
Di samping menjadi mitra apparel resmi, Mills juga memanfaatkan momentum Digiland Run 2026 untuk memperkenalkan produk terbaru mereka, yakni sepatu lari Hypercharged R26. Sepatu ini dikembangkan untuk mendukung performa pelari yang ingin mengejar catatan waktu terbaik pribadi.
“Sepatu ini kami develop untuk performance dan mengejar personal best. Karakternya memang bukan untuk lari santai, manfaatnya baru terasa optimal saat digunakan pada pace 5, 4, bahkan 3,” jelas Arhan.
Menurut Arhan, Hypercharged R26 telah diuji dalam berbagai ajang nasional hingga World Marathon Major Boston. Salah satu atlet Mills bahkan berhasil mencatat personal best dengan waktu 3 jam 38 menit, atau lebih cepat 12 menit dari target awal.
Dengan hadirnya kategori Half Marathon 21K, dukungan apparel ramah lingkungan, serta partisipasi ribuan pelari, Digiland Run 2026 diproyeksikan menjadi salah satu event lari paling bergengsi dan ramai di Indonesia tahun depan.
Artikel Terkait
Kemarahan Suporter ke Mbappe Memuncak, Petisi 73 Juta Tanda Tangan Minta Pemain Prancis Itu Hengkang dari Real Madrid
Tiga Final Sepak Bola Eropa Digelar Akhir Mei, PSG Vs Arsenal Puncaki Musim
Persebaya Sodorkan Kontrak Dua Musim ke Striker Portugal Miguel Pereira
Mitoma Resmi Absen di Piala Dunia 2026, Jepang Umumkan 26 Pemain Tanpa Sang Bintang