PSM Makassar Siap Hadang Persib Bandung di Laga Penentu Gelar Juara Super League

- Jumat, 15 Mei 2026 | 22:00 WIB
PSM Makassar Siap Hadang Persib Bandung di Laga Penentu Gelar Juara Super League

Tekanan besar tengah menghimpit Persib Bandung dalam perebutan gelar juara Super League 2025/2026, namun PSM Makassar datang dengan ambisi berbeda di Stadion Gelora BJ Habibie. Pasukan Ramang menolak menjadi pihak yang sekadar memberi panggung pesta bagi tim tamu, dan justru bertekad menutup musim dengan hasil terbaik. Pertandingan pekan ke-33 yang digelar pada Minggu (17/5/2026) ini bukanlah laga biasa, melainkan panggung penentu nasib bagi Maung Bandung.

Saat ini, Persib Bandung memimpin klasemen dengan koleksi 75 poin, jumlah yang sama dengan Borneo FC Samarinda. Keunggulan head-to-head menjadi satu-satunya faktor yang menjaga posisi mereka di puncak. Situasi ini membuat tekanan sepenuhnya berada di pundak tim tamu, karena satu kesalahan di Parepare bisa menjadi celah bagi Borneo FC untuk merebut singgasana menjelang akhir musim. Apalagi, Persib datang dalam kondisi tidak ideal setelah kehilangan beberapa figur penting.

Di sisi lain, PSM Makassar memiliki kepentingan besar dalam laga ini meski telah memastikan diri aman dari ancaman degradasi. Juku Eja membawa misi memperbaiki posisi akhir di klasemen, memandang dua laga tersisa sebagai kesempatan terakhir untuk menyelamatkan harga diri. Jika mampu menyapu bersih dua pertandingan terakhir, PSM masih berpeluang finis di posisi ke-12. Sebaliknya, kegagalan meraih poin maksimal bisa membuat mereka menutup musim di papan bawah zona aman.

Pelatih interim PSM, Ahmad Amiruddin, menegaskan bahwa timnya tetap memiliki motivasi besar meski musim ini jauh dari ideal. “Kami menyadari betul bahwa tugas kami tidak mudah. Tetapi kami akan berusaha dan bekerja keras semaksimal mungkin, agar kami bisa finis di tempat terbaik pada akhir musim,” ujarnya. Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Pasukan Ramang tidak akan tampil setengah hati, meskipun dihantam persoalan cedera dan kondisi fisik beberapa pemain yang belum optimal.

“Memang kami kehilangan beberapa pemain yang tidak bisa turun karena cedera dan masalah fisik. Tetapi ada pemain lain yang bisa berjuang untuk membawa tim ini meraih hasil maksimal,” lanjut Ahmad Amiruddin. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa PSM akan bermain agresif di hadapan pendukung sendiri, di mana atmosfer Stadion Gelora BJ Habibie sepanjang musim dikenal sebagai salah satu tekanan terbesar bagi lawan. Dukungan suporter PSM kerap mengubah ritme pertandingan dan meningkatkan agresivitas permainan Pasukan Ramang.

Bagi Persib, tekanan itu menjadi semakin berat karena mereka datang dengan beban harus menang demi menjaga peluang juara. PSM sendiri memiliki sejarah cukup baik saat menghadapi Persib di kandang, termasuk kemenangan besar 5-1 pada musim 2022 dan 4-2 pada 2023. Rekor itu menunjukkan bahwa Parepare bukan tempat yang mudah bagi Maung Bandung. Situasi Persib semakin rumit karena laga ini tidak hanya menuntut kualitas teknis, tetapi juga kekuatan mental untuk bermain di bawah tekanan atmosfer stadion, ancaman serangan cepat PSM, serta bayang-bayang persaingan ketat dengan Borneo FC.

Pengamat sepak bola sekaligus mantan pelatih PSM, Syamsuddin Umar, menilai Pasukan Ramang sebaiknya tidak terlalu memikirkan perebutan gelar antara Persib dan Borneo FC. Menurutnya, fokus utama PSM harus tetap pada kepentingan mereka sendiri. “PSM harus fokus sama dirinya sendiri, tidak boleh memikirkan nasib klub lain. Karena nasib PSM begini juga kan karena kalah dari klub lain, makanya mereka harus fokus,” katanya. Syamsuddin juga menyebut musim ini sebagai periode berat bagi PSM, dengan inkonsistensi performa, persoalan finansial, cedera pemain, dan perubahan situasi internal yang membuat Pasukan Ramang kesulitan menjaga stabilitas.

Kini, semua mata tertuju ke Parepare. Persib Bandung datang membawa mimpi juara, namun PSM Makassar tampaknya tidak ingin Gelora BJ Habibie menjadi tempat perayaan trofi bagi lawannya. Pasukan Ramang justru ingin menjadikan laga ini sebagai bukti bahwa mereka masih punya harga diri, daya juang, dan kekuatan untuk mengguncang perebutan gelar Super League hingga pekan terakhir musim ini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar