Starmer Pilih Jalan Sendiri ke Beijing, Meski Washington Beri Peringatan

- Jumat, 30 Januari 2026 | 14:48 WIB
Starmer Pilih Jalan Sendiri ke Beijing, Meski Washington Beri Peringatan

Kunjungan Perdana Menteri Keir Starmer ke China jelas bukan sekadar lawatan biasa. Ini adalah kunjungan pertama seorang PM Inggris dalam delapan tahun terakhir, dan pesannya tegas: London serius ingin memperdalam kerja sama dengan Beijing. Tapi, di balik jabat tangan dan senyum diplomatik, ada bayangan peringatan dari Washington. Donald Trump sudah mengingatkan bahwa mendekat ke China itu berisiko. Namun begitu, Starmer tampaknya punya agenda ekonominya sendiri yang tak bisa ditunda.

Agenda itu pun berjalan. Kamis lalu, Starmer bertemu langsung dengan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang. Intinya, kedua belah pihak sepakat untuk menguatkan dialog, terutama di bidang perdagangan dan investasi. Situasi geopolitik global yang serba tak pasti rupanya mendorong banyak pemimpin Barat belakangan ini mendatangi Beijing. Tak cuma Starmer, pemimpin Prancis, Kanada, dan Finlandia juga tercatat melakukan hal serupa dalam beberapa pekan terakhir sebuah tren yang menarik diamati.

“Inggris memiliki banyak hal yang bisa ditawarkan,” ujar Starmer dengan percaya diri.

Perkataan itu ia sampaikan di hadapan para pelaku usaha dalam Forum Bisnis Inggris-China, Jumat pagi. Menurutnya, pertemuan-pertemuan selama kunjungan berlangsung hangat dan telah membuahkan kemajuan nyata.

Dan kemajuan itu memang konkret. Beberapa kesepakatan penting berhasil ditandatangani. Yang paling langsung terasa mungkin kebijakan bebas visa 30 hari bagi pemegang paspor Inggris. Langkah ini diharapkan bisa mempermudah mobilitas pebisnis dan investor dari kedua negara. Starmer menyebutnya sebagai “simbol dari arah hubungan yang sedang kami bangun”.


Halaman:

Komentar