Pendaki Asal Jabar Meninggal di Gunung Rinjani Usai Pingsan Mendadak di Jalur Sembalun

- Jumat, 15 Mei 2026 | 22:00 WIB
Pendaki Asal Jabar Meninggal di Gunung Rinjani Usai Pingsan Mendadak di Jalur Sembalun

Seorang pendaki asal Jawa Barat, Endang Subarna (48), meninggal dunia saat menaklukkan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Peristiwa nahas itu terjadi di jalur pendakian Sembalun, Kamis (14/5) sore, setelah korban tiba-tiba pingsan dan tidak kunjung sadar meskipun sempat mendapatkan pertolongan pertama dari seorang dokter yang kebetulan berada di lokasi.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) NTB, Budy Kurniawan, menyatakan bahwa petugas gabungan langsung dikerahkan ke titik kejadian setelah menerima laporan darurat. “Setelah ada informasi, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan dan evakuasi terhadap korban,” ujarnya di Mataram, Jumat (15/5).

Kronologi kejadian bermula saat korban bersama rombongan memulai pendakian melalui jalur Sembalun pada pagi hari. Mereka didampingi oleh porter dan tour organizer. Rombongan tiba di pos 4 dan memutuskan untuk beristirahat karena cuaca hujan. Dua guide menemani mereka berteduh.

Sekitar pukul 16.00 Wita, hujan reda dan perjalanan dilanjutkan menuju Pelawangan Sembalun. Namun, baru sekitar 15 menit berjalan kaki, korban membuka jas hujannya, lalu beberapa langkah kemudian menunduk dan terjatuh pingsan di jalur pendakian. Guide yang mendampingi segera melakukan penanganan awal dengan memanggil nama korban, tetapi tidak ada respons.

Seorang dokter yang sedang melakukan pendakian di jalur yang sama langsung memberikan pertolongan. “Kebetulan di jalur tersebut ada seorang dokter yang melakukan pendakian, kemudian atas arahan dokter tersebut diberikan pertolongan terhadap korban namun korban masih belum sadar,” kata Budy.

Petugas yang mendapat informasi tentang kecelakaan itu segera berkoordinasi dengan tim evakuasi Emergency Medical and Health Care (EMHC). Tim EMHC kemudian menghubungi guide yang bersama korban untuk melakukan asesmen. Kondisi korban saat itu mengalami gagal napas, sehingga dilakukan resusitasi jantung paru (RJP) oleh petugas sesuai arahan tim medis EMHC.

Proses evakuasi berlangsung cepat oleh tim gabungan untuk memastikan korban segera mendapat penanganan medis. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. “Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung dibawa turun oleh tim rescue menuju Puskesmas Sembalun, sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Selong,” pungkas Budy.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar