Jembatan Merah Putih Presisi Rampung, Warga Dua Desa di Kampar Kini Miliki Akses Aman

- Jumat, 15 Mei 2026 | 21:10 WIB
Jembatan Merah Putih Presisi Rampung, Warga Dua Desa di Kampar Kini Miliki Akses Aman

Penantian panjang warga dua desa di Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau, akhirnya berbuah manis. Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Silam dan Desa Empat Balai kini telah rampung dibangun pada Jumat, 15 Mei 2026. Kehadiran infrastruktur ini mengubah wajah akses transportasi yang sebelumnya penuh risiko menjadi jalur yang aman dan kokoh.

Selama bertahun-tahun, anak-anak sekolah dan warga harus mempertaruhkan keselamatan setiap kali melintasi jembatan kayu lapuk yang sudah miring dan bergoyang di atas aliran sungai. Kondisi itu bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga menimbulkan kecemasan mendalam bagi para orang tua yang mengkhawatirkan buah hati mereka saat berangkat menuntut ilmu. Kini, jembatan beton yang menggantikan struktur lama itu menjadi simbol harapan baru bagi generasi muda untuk menggapai cita-cita tanpa rasa takut.

Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kerja gotong royong antara personel Kepolisian Daerah Riau, Kepolisian Resor Kampar, masyarakat setempat, serta para donatur. Kombes Pol Ino Harianto, Kepala Biro Operasi Polda Riau, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari Program Presiden Republik Indonesia yang dilaksanakan oleh Polri.

“Pembangunan jembatan ini merupakan swadaya ataupun gotong royong yang dilakukan oleh personel. Ini adalah Program Presiden RI, yang dilaksanakan oleh Polri,” ujar Kombes Ino.

Proses konstruksi berlangsung sekitar dua bulan dengan melibatkan puluhan personel dari Brimob Polda Riau dan Polres Kampar. Mereka dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Brimobda Riau, Kombes I Ketut Gede Adiwibawa. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 90 persen dan memasuki tahap penyelesaian akhir.

Di sisi lain, manfaat jembatan ini tidak hanya dirasakan oleh anak-anak sekolah. Mobilitas warga dan arus perekonomian di dua desa tersebut diprediksi akan meningkat signifikan. Kombes Ino menambahkan bahwa akses yang lebih lancar diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

“Dengan adanya jembatan ini, diharapkan mobilitas masyarakat semakin lancar, perekonomian meningkat, dan yang paling utama memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak kita yang akan menuntut ilmu,” imbuhnya.

Sambutan hangat pun mengalir dari warga. Anak-anak sekolah yang selama ini menjadi pihak paling rentan saat melintasi jembatan lama, kini bisa bernapas lega. Mereka tak lagi khawatir saat menyeberangi sungai menuju sekolah.

“Terima kasih Pak Presiden, terima kasih Pak Kapolri. Kami senang, kini sudah ada jembatan baru,” seru anak-anak sekolah sambil melambaikan tangan di atas Jembatan Merah Putih Presisi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar