Gelombang pembatalan penerbangan ke dan dari Dubai, yang dipicu oleh ketegangan militer AS-Israel dengan Iran, diperkirakan bakal mengacaukan arus pengiriman emas fisik. Padahal, kota itu adalah salah satu hub utama perdagangan bullion dunia. Akibatnya, pasokan logam mulia ke sejumlah negara konsumen besar bisa tersendat dalam beberapa hari ke depan.
Nah, emas dari Dubai ini biasanya dikirim via udara. Alasannya sederhana: lebih aman dan asuransinya lebih masuk akal untuk barang bernilai fantastis seperti itu. Tapi sekarang, rute udara itu macet.
“Sepertinya hampir semua, jika tidak seluruhnya, maskapai telah membatalkan penerbangan. Jadi kemungkinan tidak akan ada pergerakan emas selama beberapa hari,”
kata seorang sumber yang dilansir Reuters, Minggu lalu. Gangguan ini tentu saja langsung berimbas pada pasar.
Harga emas spot langsung meroket, mencatat kenaikan 1,7 persen pada penutupan Jumat pekan lalu. Angkanya mencapai USD 5.277 per troy ons level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Banyak yang berspekulasi, ketika pasar dibuka Senin, arus dana akan membanjiri aset-aset safe haven seperti emas. Rekor tertingginya sendiri masih di angka USD 5.594,82, yang tercapai akhir Januari silam.
Meski begitu, aktivitas perdagangan Senin kemungkinan besar akan lebih didominasi oleh arus keuangan di pusat-pusat pasar lain. Seorang trader logam mulia memberikan konfirmasi.
“Lokasi utama seperti China, India, New York, London, dan Zurich masih dalam kondisi normal,”
ujarnya. Artinya, meski pengiriman fisik dari Dubai terhambat, perdagangan secara elektronik dan di bursa besar lainnya masih bisa berjalan. Tapi ya, lama-lama pasti terasa juga dampaknya kalau gangguan ini berlarut.
Intinya, situasinya masih fluid. Semuanya tergantung pada berapa lama ketegangan geopolitik ini bertahan dan kapan maskapai-maskapai itu kembali terbang normal. Untuk sementara, dunia mungkin harus sedikit menahan napas menunggu emas Dubai kembali bergerak.
Artikel Terkait
Prabowo Serukan Persatuan di Hadapan Seluruh Ketua DPRD untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045
Tokoh Lintas Agama Serukan Dialog, Tolak Jalur Hukum untuk Polemik Pernyataan JK
KAI Catat Rekor Penumpang Wisman Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir
Penyidikan Ijazah Jokowi: 130 Saksi Diperiksa, 25 Ahli Dimintai Keterangan