Di sisi lain, respons Eropa juga datang. Paris mengonfirmasi bahwa duta besar mereka memang dipanggil. Tapi itu bukan satu-satunya langkah.
Presiden Parlemen Eropa, Roberta Metsola, mengambil sikap lebih keras. Ia mengumumkan larangan masuk bagi semua diplomat dan perwakilan Iran ke gedung parlemen. Keputusannya ini langsung disebar lewat media sosial X.
Ungkapan Metsola terang-terangan dan keras. Larangan itu disebutnya sebagai respons atas tindakan mematikan otoritas Iran terhadap para pengunjuk rasa. Situasinya jelas memanas. Teheran berusaha menekan dari dalam, sementara di Brussels, sinyal penolakan justru dikirimkan dengan lebih lantang.
Artikel Terkait
Kades dan Tiga Terdakwa Divonis 3,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pager Laut
Indonesia Puncaki Peringkat Kesejahteraan Global: Modal Sosial atau Alarm bagi Kebijakan?
Chat Grup Nadiem Sebelum Jadi Menteri Jadi Sorotan di Sidang Korupsi Rp 2,1 Triliun
Prabowo: Sekolah Taruna Nusantara Kunci Wujudkan Kesejahteraan Rakyat