Iran tak tinggal diam. Pada Senin lalu, pemerintahnya memanggil diplomat-diplomat dari empat negara Eropa: Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris. Intinya jelas, mereka protes. Pemerintah di Teheran gerah dengan dukungan terbuka negara-negara itu terhadap gelombang unjuk rasa yang sedang melanda negerinya.
Menurut laporan AFP, Kementerian Luar Negeri Iran punya cara tersendiri untuk menyampaikan kekesalan. Para diplomat Eropa itu diajak menyaksikan sebuah video. Rekaman itu, kata mereka, menunjukkan kerusakan yang ditinggalkan oleh "para perusuh". Pesannya tegas: pemerintah masing-masing negara diminta mencabut pernyataan resmi yang dianggap mendukung aksi demonstran.
Gelombang protes ini sebenarnya sudah berlangsung sejak akhir Desember. Awalnya, kerumunan di Grand Bazaar Teheran kebanyakan pedagang meluapkan kemarahan atas kondisi ekonomi yang makin sulit. Nilai Rial Iran anjlok, hidup rakyat makin berat. Tapi kemudian, aksi itu merambat ke berbagai kota. Perlawanannya pun berubah, berkembang menjadi tantangan yang lebih luas terhadap sistem pemerintahan yang telah berkuasa sejak revolusi 1979.
Di sisi lain, respons Eropa juga datang. Paris mengonfirmasi bahwa duta besar mereka memang dipanggil. Tapi itu bukan satu-satunya langkah.
Presiden Parlemen Eropa, Roberta Metsola, mengambil sikap lebih keras. Ia mengumumkan larangan masuk bagi semua diplomat dan perwakilan Iran ke gedung parlemen. Keputusannya ini langsung disebar lewat media sosial X.
"Ini tidak bisa seperti biasa. Karena rakyat Iran yang berani terus memperjuangkan hak dan kebebasan mereka, hari ini saya telah mengambil keputusan untuk melarang semua staf diplomatik dan perwakilan Republik Islam Iran lainnya dari semua gedung Parlemen Eropa,"
"Dewan ini tidak akan membantu melegitimasi rezim ini yang telah mempertahankan diri melalui penyiksaan, penindasan, dan pembunuhan,"
Ungkapan Metsola terang-terangan dan keras. Larangan itu disebutnya sebagai respons atas tindakan mematikan otoritas Iran terhadap para pengunjuk rasa. Situasinya jelas memanas. Teheran berusaha menekan dari dalam, sementara di Brussels, sinyal penolakan justru dikirimkan dengan lebih lantang.
Artikel Terkait
Pakistan Kirim Delegasi Tingkat Tinggi untuk Lanjutkan Mediasi Iran-AS
Pemerintah Permudah Bea Cukai Barang Bawaan Jemaah Haji Lewat PMK Terbaru
Arsenal Lolos ke Semifinal Liga Champions Meski Hanya Imbang Lawan Sporting
Arsenal Lolos ke Semifinal Liga Champions Usai Imbang Lawan Sporting Lisbon