Iran tak tinggal diam. Pada Senin lalu, pemerintahnya memanggil diplomat-diplomat dari empat negara Eropa: Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris. Intinya jelas, mereka protes. Pemerintah di Teheran gerah dengan dukungan terbuka negara-negara itu terhadap gelombang unjuk rasa yang sedang melanda negerinya.
Menurut laporan AFP, Kementerian Luar Negeri Iran punya cara tersendiri untuk menyampaikan kekesalan. Para diplomat Eropa itu diajak menyaksikan sebuah video. Rekaman itu, kata mereka, menunjukkan kerusakan yang ditinggalkan oleh "para perusuh". Pesannya tegas: pemerintah masing-masing negara diminta mencabut pernyataan resmi yang dianggap mendukung aksi demonstran.
Gelombang protes ini sebenarnya sudah berlangsung sejak akhir Desember. Awalnya, kerumunan di Grand Bazaar Teheran kebanyakan pedagang meluapkan kemarahan atas kondisi ekonomi yang makin sulit. Nilai Rial Iran anjlok, hidup rakyat makin berat. Tapi kemudian, aksi itu merambat ke berbagai kota. Perlawanannya pun berubah, berkembang menjadi tantangan yang lebih luas terhadap sistem pemerintahan yang telah berkuasa sejak revolusi 1979.
Artikel Terkait
Kades dan Tiga Terdakwa Divonis 3,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pager Laut
Indonesia Puncaki Peringkat Kesejahteraan Global: Modal Sosial atau Alarm bagi Kebijakan?
Chat Grup Nadiem Sebelum Jadi Menteri Jadi Sorotan di Sidang Korupsi Rp 2,1 Triliun
Prabowo: Sekolah Taruna Nusantara Kunci Wujudkan Kesejahteraan Rakyat