Di sebuah acara peresmian di Malang, Selasa lalu, Presiden Prabowo Subianto menyoroti peran vital lembaga pendidikan seperti SMA Taruna Nusantara. Menurutnya, model sekolah semacam ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan.
“Untuk mencapai peradaban tinggi, penguasaan iptek itu wajib,” tegas Prabowo. Ia meyakini, hanya dengan cara itulah kesejahteraan rakyat bisa terwujud.
“Dengan begitu, kita bisa memberi kualitas hidup yang lebih baik. Rakyat Indonesia berhak hidup bebas dari kemiskinan dan kelaparan,” ucapnya.
Pandangannya ini bukan tanpa alasan. Prabowo lantas membandingkan dengan negara lain. Malaysia, katanya, sudah puluhan tahun memiliki lebih dari dua puluh sekolah serupa. Bahkan Inggris sudah jauh lebih dulu, dengan ratusan institusi pendidikan berbasis seperti itu yang telah berdiri berabad-abad lamanya.
“Kita harus bertekad meraih ilmu pengetahuan dan teknologi,” imbuhnya.
Karena itulah, rencana ekspansi sudah digariskan. Komitmen untuk mengembangkan model sekolah yang digagas sejak era Moerdani ini akan terus dilanjutkan. Saat ini, sudah ada tiga kampus: di Magelang, Malang yang baru diresmikan, dan Cimahi.
“Lalu, kita sedang membangun di kawasan IKN Kalimantan, di Minahasa Sulawesi Utara, dan di Pagar Alam, Sumatera Selatan,” jelas Prabowo.
Targetnya ambisius namun jelas. Ia berharap semua kampus baru itu bisa beroperasi penuh menjelang akhir tahun 2026 nanti. Sebuah langkah konkret, bukan sekadar wacana.
Artikel Terkait
Bareskrim Gerebek Pabrik Gas Whip-pink di Kemayoran, Ratusan Tabung Diamankan
Bayern Munchen Tumbangkan Real Madrid 4-3, Lolos ke Semifinal Liga Champions
Anggota DPR Desak Kemendikbudristek Bersikap Tegas Soal 16 Mahasiswa FH UI Terduga Pelecehan Seksual
Peneliti ITB Peringatkan Dominasi Mobil Listrik China Bisa Guncang Industri Lokal, Belajar dari Kasus Thailand