Kebakaran Hanguskan 350 Kios Buah di Pasar Induk Kramat Jati

- Senin, 15 Desember 2025 | 11:25 WIB
Kebakaran Hanguskan 350 Kios Buah di Pasar Induk Kramat Jati

Asap tebal masih mengepul dari Blok C2 Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pagi ini. Kebakaran yang melanda sejak pukul tujuh lewat lima belas itu, menurut keterangan resmi, telah menghanguskan tidak kurang dari tiga ratus lima puluh lapak pedagang buah.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, mengonfirmasi kerugian yang terjadi di lokasi.

"350 kios jumlahnya yang ada di gedung C2. Semuanya (dagang) buah. Buah semuanya yang ada di gedung C2 ini,"

Ujarnya pada Senin (15/12/2025). Meski begitu, situasi secara umum mulai bisa dikendalikan. Alfian menyebut hampir seluruh api, sekitar 98 persen, sudah padam.

Namun begitu, satu titik masih jadi perhatian serius para petugas. Api di spot itu susah benar-benar padam. Penyebabnya? Diduga ada kebocoran gas elpiji dan sejumlah bahan kimia yang memicu nyala berulang. Pemadaman pun harus menggunakan busa (foam) khusus.

"Dari 350 itu pada keseluruhan pada umumnya 98 persen sudah bisa dipadamkan. Hanya titik yang saat ini di belakang saya yang harus menggunakan foam yang tentunya ada zat kimia yang perlu kita kaji, kita dalami lagi,"

tandas Alfian.

Soal pemicu awal kobaran api, polisi masih menutup mulut. Alfian belum mau berspekulasi. Semuanya, kata dia, masih harus ditunggu hasil penyelidikan tim Puslabfor Polri yang akan turun tangan setelah proses pendinginan dan lokalisasi api selesai total.

"Dugaan awal kami tidak bisa menyampaikan karena ini tentunya Puslabfor yang akan melakukan olah TKP dan penyelidikan dan ini sedang kita lakukan pendinginan dulu di lokasi kebakaran dan setelah nanti kita lakukan status quo TKP sehingga kita lakukan untuk olah TKP,"

jelasnya.

Upaya pemadaman sendiri berjalan cukup cepat. Kurang dari satu jam setelah laporan pertama masuk, petugas Dinas Gulkarmat DKI Jakarta sudah berhasil membatasi area kebakaran. Mereka bekerja keras mencegah api menjalar ke blok-blok pasar lainnya yang masih ramai dengan aktivitas perdagangan.

Pagi yang seharusnya diisi dengan tawar-menawar buah segar, kini berubah jadi pemandangan pilu: ratusan kios hangus dan sisa-sisa barang dagangan yang jadi arang.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar