"Kajian secara mendalam dan komprehensif, termasuk terhadap opsi pemilihan melalui DPRD, akan terus dimatangkan," imbuh Daniel menutup pernyataannya.
PDIP Bersikukuh: Pilkada Harus Langsung, Bisa Pakai E-Voting
Pernyataan Daniel ini menanggapi sikap PDIP yang sebelumnya telah ditegaskan. Partai tersebut menolak wacana pilkada melalui DPRD dan bersikukuh agar pemilihan tetap dilangsungkan secara langsung. Hanya saja, mereka memberi usulan agar sistem e-voting diterapkan untuk memangkas biaya tinggi yang kerap menjadi masalah.
Sikap resmi ini diambil dalam Rakernas PDIP di Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/1). Ketua DPD PDIP Aceh, Jamaluddin Idham, yang membacakan hasilnya.
Bagi PDIP, pilkada langsung punya nilai strategis. Selain untuk memperkuat legitimasi kepemimpinan di daerah, juga memberi kepastian masa jabatan tetap lima tahun bagi kepala daerah.
"Rakernas I Partai menegaskan pentingnya menjaga hak kedaulatan rakyat untuk menentukan pemimpinnya melalui pelaksanaan pilkada secara langsung," kata Jamaluddin.
"Berkaitan dengan hal tersebut, Rakernas I mendorong pelaksanaan pilkada yang biayanya rendah, antara lain menerapkan e-voting," sambungnya.
Tak cuma itu, partai berlambang banteng itu juga mendorong penegakan hukum tegas bagi pelanggaran seperti politik uang, mencegah pembiayaan rekomendasi calon, pembatasan biaya kampanye, serta menuntut profesionalitas dan integritas penyelenggara pemilu.
Artikel Terkait
KAI Beri Diskon Tiket Kereta untuk Alumni dan Staf Kampus, Daftarnya Harus Offline
Prabowo Percepat Rehabilitasi Sumatera, Satgas Nasional Gelar Rapat Perdana
KPK Geledah Ditjen Pajak, Sita Dokumen dan Uang Tunai Terkait Kasus Suap
Kantor Pusat Pajak Digeledah KPK, Kasus Suap Rp75 Miliar Merambah Jakarta