Menyikapi usulan PDIP soal pilkada langsung dengan e-voting, Ketua DPP PKB Daniel Johan punya pandangan tersendiri. Intinya, dia sepakat itu bisa jadi opsi. Tapi jangan buru-buru. Menurut Daniel, wacana pemungutan suara elektronik itu bukan hal baru, tapi memang butuh persiapan ekstra matang sebelum benar-benar diterapkan.
"Pilkada langsung dengan sistem e-voting sudah menjadi usulan lama yang perlu terus dimatangkan," ujar Daniel kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).
"Ini menjadi salah satu opsi untuk menjawab persoalan yang selalu dihadapi dalam pemilu, termasuk praktik politik uang," sambungnya.
Namun begitu, dia langsung menekankan soal kesiapan. Penerapan sistem semacam itu bukan perkara gampang. Butuh fondasi yang kuat, bukan cuma soal teknologi.
"Penerapan e-voting membutuhkan kesiapan yang sangat matang," jelas Daniel.
Dia merinci, yang harus dipersiapkan mencakup infrastruktur, keamanan sistem, regulasi pendukung, dan yang tak kalah penting: kepercayaan publik. Saat ini, menurutnya, mekanisme e-voting secara nasional belum diatur dan jelas belum siap untuk langsung diterapkan.
Di sisi lain, Daniel meyakini bahwa berbagai opsi penyelenggaraan pilkada yang sedang dibahas bukanlah bentuk kemunduran demokrasi. Justru sebaliknya.
"Opsi apa pun yang nantinya diambil bukan bagian dari kemunduran demokrasi, tetapi menyempurnakan sistem yang ada," tuturnya.
Tujuannya, kata dia, demi menghasilkan pemimpin daerah yang betul-betul mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.
Artikel Terkait
KAI Beri Diskon Tiket Kereta untuk Alumni dan Staf Kampus, Daftarnya Harus Offline
Prabowo Percepat Rehabilitasi Sumatera, Satgas Nasional Gelar Rapat Perdana
KPK Geledah Ditjen Pajak, Sita Dokumen dan Uang Tunai Terkait Kasus Suap
Kantor Pusat Pajak Digeledah KPK, Kasus Suap Rp75 Miliar Merambah Jakarta