Sebelum membaca, perlu diingat: cerita ini bukan untuk ditiru. Kalau kamu atau orang terdekat ada yang punya pikiran gelap dan ingin mengakhiri hidup, tolong segera cari bantuan. Datangi psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat. Jangan tunda.
Seorang pria akhirnya diamankan polisi terkait kasus pembunuhan seorang terapis wanita di Kayuringin, Bekasi. Pelakunya bernama Ahmad Riansah, atau yang biasa disapa Delon. Dia adalah suami siri dari korban, seorang perempuan berinisial SM (23). Sampai saat ini, apa yang jadi alasan di balik peristiwa mengerikan itu masih terus digali oleh penyidik.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi Rabu (14/11/2026).
“Untuk motifnya, kami masih mendalami,” ujar Budi.
Menurut pengakuannya sendiri, Ahmad membunuh SM dengan cara memiting lehernya. Dia ditangkap di kediaman orang tuanya di Lebak, Banten, Minggu malam lalu. Saat diringkus, suasana mencekam dia berdiri di hadapan kedua orang tuanya sendiri.
Hubungan mereka ternyata tak direstui keluarga. Ahmad mengaku kerap cekcok dengan SM, yang bekerja sebagai terapis. Puncaknya, rasa cemburu mendorongnya menyadap WhatsApp sang korban. Dia tak suka melihat istrinya itu kerap mengobrol dengan pelanggan.
“Saya nyadap WA-nya. Saya bilang, jangan chattingan sama tamu. Sakit hati saya, soalnya dia suka lupa hapus chat,” tutur Ahmad.
Dia melanjutkan, “Sebenarnya ada komitmen dia cuma kerja sampai lebaran, habis itu mau rujuk lagi. Tapi yah… hubungan kami ini selalu dipersulit orang tuanya. Kita tinggal di Bandung pun sembunyi-sembunyi.”
Singkatnya, pada Rabu pagi itu, 7 Januari, sekitar pukul sembilan, tragedi terjadi di sebuah kamar kos. Setelah beradu mulut, Ahmad mengaku memiting SM sampai tewas.
“Habís itu langsung saya piting,” katanya singkat.
Yang membuat bulu kuduk merinding, setelah perbuatannya, Ahmad tidak langsung kabur. Dia mengaku menemani jasad mantan istrinya itu selama hampir setengah jam. Lalu, dia pergi membeli cairan pembersih dengan niat bunuh diri.
“Saya temenin dulu setengah jam. Lalu saya keluar, minum cairan itu. Niatnya mau mati bareng. Tapi nggak sampai setengah jam, saya malah muntah-muntah,” jelasnya.
Jasad SM baru ditemukan malam harinya, sekitar pukul 20.26 WIB. Penemuan itu berawal dari kekhawatiran keluarga yang tidak bisa menghubunginya. Ibunya meminta kerabat untuk mengecek ke kos.
Sesampai di lokasi, kerabat yang bernama AS mengetuk-ngetuk pintu kamar. Tak ada sahutan. Mereka pun minta tolong pengurus kos, DRH, untuk membuka pintu.
Pintu terkunci dari dalam. Akhirnya, DRH mengambil kunci cadangan. Saat pintu terbuka, pemandangan mengerikan itu pun terbuka SM sudah tak bernyawa di dalam kamarnya.
Artikel Terkait
Karnaval Paskah Semarakkan Semarang, Kibarkan Bendera Raksasa dan Semangat Kebersamaan
Pertamina Patra Niaga Raih Empat Penghargaan Indonesia WOW Brand 2026
Presiden Prabowo Tandatangani Perpres Pengelolaan Kesehatan Terpadu
Kapolsek Cileungsi Menyamar Jadi Satpam dan Ustaz, 1.000 Butir Obat Keras Disita