Demokrat Buka Suara Soal SBY yang Dituding Dalang Isu Ijazah Jokowi

- Rabu, 31 Desember 2025 | 14:50 WIB
Demokrat Buka Suara Soal SBY yang Dituding Dalang Isu Ijazah Jokowi

MURIANETWORK.COM - Isu ijazah palsu yang melibatkan nama Joko Widodo memang terus bergulir. Tapi belakangan, gelombang fitnah justru berbelok ke arah lain. Susilo Bambang Yudhoyono, mantan presiden yang biasa disapa SBY, kini ikut terseret dalam pusaran narasi yang simpang-siur itu.

Yang bikin gerah, fitnah ini menyebar luar biasa masif di media sosial. TikTok jadi salah satu ladang suburnya. Banyak akun-akun anonim yang dengan leluasa menyebarkan konten seolah-olah SBY adalah dalang di balik semua kegaduhan soal ijazah Jokowi, yang sedang berseteru dengan Roy Suryo dan kawan-kawan.

Partai Demokrat akhirnya angkat bicara. Mereka tak bisa tinggal diam melihat nama ketua umumnya dihujat begitu saja.

“Ini tentu sangat mengganggu,” ujar Andi Arief, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat.

Pernyataannya itu dia sampaikan melalui sebuah video di Facebook, Rabu (31/12/2025). Andi dengan tegas menyebut narasi yang beredar sebagai berita fitnah. Menurutnya, sebagian besar disebar oleh akun-akun anonim yang afiliasinya sudah bisa ditebak.

Lebih lanjut, Andi mengungkapkan bahwa dirinya baru saja bertemu langsung dengan SBY. Dari pertemuan itu, terasa jelas bahwa sang mantan presiden merasa terusik. Toh, tuduhan yang dialamatkan padanya sama sekali tak punya dasar.

“Pak SBY cukup terganggu karena sama sekali tidak benar disebut berada di balik isu ijazah palsu ini,” tegas Andi Arief.

Ia juga membantah keras soal isu kolaborasi antara SBY dan Megawati untuk mengungkap kasus tersebut. Semua itu, katanya, cuma karangan belaka.

Di sisi lain, Andi mencoba meluruskan hubungan antara SBY dan Jokowi. Ia memastikan hubungan keduanya baik-baik saja, tidak pernah diwarnai konflik seperti yang digoreng di media sosial. Narasi pertikaian di antara mereka, sekali lagi, hanyalah bualan.

Dengan nada prihatin, Andi Arief pun berharap gelombang fitnah ini segera dihentikan.

“Kita berharap untuk dihentikan fitnah yang sudah tidak karuan ini, khususnya di TikTok,” pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar